Berjuang Bersama Gerindra dan Prabowo Subianto

Mengamalkan TRIDHARMA Kader Partai Gerindra : Berasal Dari Rakyat, Berjuang Untuk Rakyat, Berkorban Untuk Rakyat.

Heri Gunawan Seminar Nasional

Tantangan dan Peluang Bisnis bagi Generasi Milenial.

Jalan Santai

JHeri Gunawan Apresiasi Peluncuran Program Pemuda Pelopor Desa di Sukabumi

Kunjungan Ketua Umum GERINDRA

Prabowo Subianto Melakukan Kunjungan ke Sukabumi

Bantuan Hand Traktor

Heri Gunawan Memfasilitasi Bantuan 30 Unit Traktor Untuk Gapoktan di Kabupaten Sukabumi Pada Tahun 2015

Kunjungan Kerja BKSAP DPR RI Ke Australia

Heri Gunawan Sebagai Anggota BKSAP DPR RI saat berkunjung dan berdialog dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Australia

Heri Gunawan: Ucapan Presiden Prabowo Soal Dolar Desa Strategi Politik Ekonomi

 

JAKARTA — Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPP Partai Gerindra, Heri Gunawan, angkat bicara mengenai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut “orang desa tidak pakai dolar.”

Pria yang akrab disapa Hergun ini menilai ucapan tersebut merupakan bagian dari strategi politik ekonomi yang bertujuan menenangkan psikologis masyarakat di tengah ketidakpastian global.

“Pernyataan Presiden Prabowo soal desa tidak pakai dolar itu sifatnya strategis untuk menenangkan masyarakat. Ini mirip ketika Bung Karno menyebut Indonesia dijajah 350 tahun demi membakar semangat persatuan. Poinnya, Presiden ingin menyatukan pandangan agar masyarakat tidak panik,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Legislator asal Dapil Jawa Barat IV ini mengingatkan bahwa Prabowo merupakan putra begawan ekonomi Soemitro Djojohadikoesoemo dan cucu Margono Djojohadikoesoemo. Dengan latar belakang keluarga teknokrat, Presiden memahami ekonomi makro, namun memilih menggunakan bahasa merakyat agar mudah dicerna.

“Presiden Prabowo menggunakan bahasa rakyat, bukan teknokratis yang rumit. Beliau memilih narasi yang langsung menyentuh logika akar rumput untuk menurunkan tensi kecemasan,” jelasnya.

Ucapan tersebut disampaikan saat menghadiri Panen Raya Jagung dan Gudang Ketahanan Pangan di Nganjuk. Menurut Hergun, fokus utama Presiden di lapangan adalah memberikan apresiasi dan membakar semangat petani. Ia menilai pesan kuat yang ingin ditegaskan adalah bahwa kekuatan sejati ekonomi Indonesia berada pada ekonomi gotong royong di pedesaan.

“Ada pesan kuat untuk mencintai dan menggunakan produk lokal. Ekonomi desa berbasis pertanian memiliki ketahanan tersendiri jika ekosistem lokal diperkuat,” ulasnya.

Hergun mencontohkan, saat Krisis Moneter 1998 sektor pertanian dan ekonomi desa justru menjadi bantalan ekonomi karena tidak berbasis valuta asing. “Dengan menekankan bahwa desa tidak membutuhkan dolar, pemerintah mendorong penguatan rantai pasok lokal,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menilai diskursus pelemahan Rupiah terhadap Dolar sering didominasi perspektif kelas menengah perkotaan. Dengan membawa isu dolar ke ranah kelakar santai, Presiden menunjukkan bahwa pemerintah tetap tenang dan situasi terkendali.(why)

Sumber : https://radarsukabumi.com/politik/heri-gunawan-ucapan-presiden-prabowo-soal-dolar-desa-strategi-politik-ekonomi/

Sidak hingga Dini Hari, Heri Gunawan Bongkar Kondisi Dapur Program MBG di Sukabumi

 


Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Heri Gunawan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) maraton terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota dan Kabupaten Sukabumi, Senin (4/5/2026). Sidak dilakukan sejak pagi hingga dini hari guna memastikan program berjalan sesuai standar.


Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB dengan memantau langsung distribusi makanan ke sejumlah sekolah, di antaranya MI Raudatul Fatta, MAN 1 Kota Sukabumi, hingga SDN 1 Mangkalaya. Hergun, sapaan Heri Gunawan, memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan sesuai ketentuan.

“Program ini menyangkut pemenuhan gizi anak-anak. Kita ingin memastikan pelaksanaannya benar-benar berjalan baik,” ujarnya.

Tak hanya memantau distribusi, Hergun juga meninjau ketersediaan bahan pangan di Gudang Bulog Sukaraja untuk memastikan pasokan tetap aman sebagai penopang program MBG.


Memasuki malam, sidak berlanjut ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sekitar pukul 21.00 WIB, ia mendatangi SPPG Mangkalaya 1 di bawah Yayasan Tidar Biru dan meninjau langsung proses produksi, mulai dari bahan baku hingga persiapan distribusi.


“Hari ini kita lihat dari hulu ke hilir. Tadi distribusi sudah kita cek, sekarang proses di dapur kita pastikan,” katanya.


Dari hasil pemantauan, Hergun menilai secara umum pelaksanaan program berjalan cukup baik. Namun, ia menyoroti pengelolaan limbah dapur yang dinilai masih perlu ditingkatkan, khususnya terkait instalasi pengolahan air limbah (IPAL).


Tinjau Dapur MBG Citamiang Sukabumi, Heri Gunawan Soroti Peran Ahli Gizi


Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Sukabumi mulai menunjukkan dampak nyata bagi pelajar. Hal ini terlihat saat anggota DPR RI Heri Gunawan turun langsung meninjau operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mutiara Pelabuhan Ratu 1 di Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Senin (4/5/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memastikan program nasional ini berjalan sesuai standar. Heri menelusuri seluruh proses, mulai dari pengadaan bahan baku, pengolahan makanan, hingga distribusi ke sejumlah sekolah.

“Kami ingin memastikan seluruh proses, dari penyiapan hingga distribusi, berjalan sesuai standar,” ujar Heri Gunawan di sela peninjauan.

Ia menegaskan bahwa pengawasan diperlukan agar kualitas program tetap terjaga. Menurutnya, seluruh tahapan harus memenuhi standar, termasuk kandungan gizi dan pengelolaan limbah.

Dalam peninjauan itu, Heri juga mendatangi langsung siswa penerima manfaat di sejumlah sekolah seperti MI Raudatul Fatta, MTs Negeri 1, dan MAN 1 Kota Sukabumi. Dari hasil monitoring, ia menilai pelaksanaan MBG di lokasi tersebut sudah berjalan sesuai standar operasional.

“Memang tidak semua dapur berada pada level yang sama, tetapi ini bisa menjadi rujukan standar yang harus dicapai,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui dinamika di tengah masyarakat tetap muncul dalam pelaksanaan program pemerintah. Namun ia menilai secara keseluruhan manfaat program ini sudah dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Perbedaan pandangan adalah hal yang lumrah dalam demokrasi, namun secara substansi program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan tenaga ahli, terutama ahli gizi, dalam menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada siswa. Hal ini dinilai penting untuk mencegah risiko kesehatan sekaligus memastikan makanan tetap layak konsumsi saat didistribusikan.

“Peran ahli gizi dan tenaga profesional sangat krusial untuk memastikan makanan tetap layak konsumsi hingga diterima siswa,” jelasnya.

Selain itu, Heri mengingatkan bahwa program MBG memiliki dasar hukum yang jelas sehingga harus dijalankan secara disiplin dan transparan. Ia juga mendorong masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan program tersebut.

“Jika ditemukan pelanggaran, masyarakat dapat melaporkannya kepada BGN atau melalui Rumah Aspirasi untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Mutiara Pelabuhan Ratu 1, Etiawati Selpi, menyebut kunjungan tersebut menjadi dorongan bagi tim dapur untuk terus meningkatkan kualitas layanan.

“Kunjungan ini menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan,” kata Etiawati.

Ia juga mengungkapkan bahwa operasional dapur saat ini didukung oleh puluhan relawan dan melayani ribuan siswa di sejumlah sekolah.

“Sejauh ini operasional berjalan lancar meski ada kendala pada penyediaan bahan sayuran, dan kami tetap berkomitmen menjaga kualitas serta transparansi,” pungkasnya.

Reporter: Suhendi Soex



Tak Perlu Panik! Heri Gunawan Pastikan Stok Beras di Sukabumi Aman

 


Anggota Komisi II DPR RI, Heri Gunawan, memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Sukabumi dalam kondisi aman dan mencukupi menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Kepastian tersebut disampaikan usai kunjungan kerja di Kompleks Pergudangan Pasirhalang, Perum Bulog Kantor Cabang Cianjur, yang berlokasi di Jalan Nasional Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Senin (4/5/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Heri Gunawan yang akrab disapa Hergunmengungkapkan bahwa stok beras di Gudang Pasirhalang saat ini mencapai sekitar 3.500 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota dan Kabupaten Sukabumi hingga Idul Adha mendatang.

“Sesuai dengan SOP, stok di gudang ini cukup untuk persiapan sampai Idul Adha,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kebutuhan beras di wilayah Sukabumi diperkirakan mencapai sekitar 4.000 ton per bulan. Dengan kondisi stok yang tersedia saat ini, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap isu kelangkaan.Kuliner Sukabumi

“Ini membuktikan bahwa informasi mengenai kelangkaan beras itu tidak benar,” tegasnya.

Hergun juga menilai melimpahnya stok beras menjadi indikator positif keberhasilan program swasembada pangan yang menjadi bagian dari agenda besar Presiden Prabowo Subianto.

Selain memastikan ketersediaan, ia turut menyoroti kelancaran serapan gabah petani lokal. Berdasarkan informasi dari Bulog, penyerapan gabah dengan harga patokan Rp6.500 per kilogram berjalan dengan baik.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap kualitas beras serta stabilitas harga di tingkat petani guna menjaga nilai tukar petani (NTP).

“Kami berharap distribusi beras, termasuk beras SPHP, tetap terjaga kualitasnya dan harganya terjangkau bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Pemimpin Cabang Bulog Cianjur, Sri Wahyuni, memastikan stok beras di wilayah Sukabumi dalam kondisi sangat aman. Secara keseluruhan, stok di wilayah kerja Cianjur mencapai 20 hingga 22 ribu ton. Khusus untuk wilayah Sukabumi, total ketersediaan mencapai 9.200 ton, dengan 3.500 ton di antaranya tersimpan di Gudang Pasirhalang.

“Untuk Idul Adha sangat-sangat aman. Dari target pengadaan 50.000 ton, kami masih memiliki sisa sekitar 38.000 ton untuk memenuhi stok,” jelasnya.

Sri juga menegaskan, distribusi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) akan terus dilakukan sesuai penugasan pemerintah dan regulasi Badan Pangan Nasional.

Ia menambahkan, jika terjadi kekurangan pasokan di suatu wilayah, Bulog memiliki mekanisme mobilisasi stok dari daerah lain di Jawa Barat yang surplus produksi.

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, ketersediaan beras akan tetap terjaga,” pungkasnya.


Heri Gunawan Monitoring Penyaluran MBG dan Stok Pangan di Sukabumi

 


Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah lokasi di Kota dan Kabupaten Sukabumi dalam rangka memastikan kelancaran penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) serta ketersediaan pangan.

Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini sekira pukul 06.00 WIB Senin (04/05/2026) ini diawali dengan monitoring langsung persiapan dan proses penyaluran MBG ke sekolah penerima manfaat didampingi Kepala SPPG Kota Sukabumi Citaming Gedongpanjang, Gilbert Irwan Effendi; Mitra SPPG, Etiawati Selvi; Korcam SPPG Kecamatan Citamiang, Agus Lesmana Putra.

Dalam agenda tersebut, Hergun sapaan karib Heri Gunawan bersama tim meninjau langsung proses distribusi makanan ke sekolah-sekolah penerima manfaat. Kunjungan pertama dilakukan di MI Raudatul Fatta, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, dilanjutkan ke MAN 1 Kota Sukabumi di Jalan Pramuka. Di dua lokasi ini, Hergun melihat secara langsung mekanisme penyaluran MBG kepada para siswa sebagai penerima manfaat program.

Selanjutnya, rombongan bergerak ke SDN 1 Mangkalaya, Desa Cibolang, Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi. Di sana, Hergun kembali memastikan bahwa program MBG berjalan sesuai standar dan tepat sasaran.

“Program MBG ini sangat penting untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak sekolah. Kita ingin memastikan distribusinya berjalan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujar Hergun di sela kegiatan.

Tak hanya meninjau program MBG, Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya ini juga direncanakan akan melakukan monitoring ketersediaan pangan di Gudang Bulog Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan stok pangan tetap aman dan stabil, terutama dalam menghadapi kebutuhan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Hergun didampingi oleh tim terkait serta penanggung jawab lapangan di masing-masing lokasi. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

“Ketahanan pangan dan pemenuhan gizi harus berjalan beriringan. Ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tambahnya.

Kunjungan ini mendapat respons positif dari pihak sekolah dan masyarakat setempat yang berharap program MBG dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di Sukabumi.