Berjuang Bersama Gerindra dan Prabowo Subianto

Mengamalkan TRIDHARMA Kader Partai Gerindra : Berasal Dari Rakyat, Berjuang Untuk Rakyat, Berkorban Untuk Rakyat.

Heri Gunawan Seminar Nasional

Tantangan dan Peluang Bisnis bagi Generasi Milenial.

Jalan Santai

JHeri Gunawan Apresiasi Peluncuran Program Pemuda Pelopor Desa di Sukabumi

Kunjungan Ketua Umum GERINDRA

Prabowo Subianto Melakukan Kunjungan ke Sukabumi

Bantuan Hand Traktor

Heri Gunawan Memfasilitasi Bantuan 30 Unit Traktor Untuk Gapoktan di Kabupaten Sukabumi Pada Tahun 2015

Kunjungan Kerja BKSAP DPR RI Ke Australia

Heri Gunawan Sebagai Anggota BKSAP DPR RI saat berkunjung dan berdialog dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Australia

Hergun Ingatkan ASN WFH Jumat Jangan Malah ‘Mager’

 


Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan, menanggapi serius kebijakan pemerintah yang resmi menerapkan sistem Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat. Kebijakan ini diambil menyusul upaya efisiensi energi nasional dalam menghadapi dampak konflik global yang kian dinamis.

Legislator yang karib disapa Hergun ini menyatakan, langkah pemerintah membatasi mobilitas ASN dan memangkas anggaran perjalanan dinas adalah langkah yang baik dan masuk akal secara fiskal, namun memiliki cukup resiko pada sisi produktivitas.

“Kami mendukung kebijakan efisiensi yang digalakkan pemerintah dalam rangka mengatasi kenaikan harga minyak dunia. Sebagaimana diketahui harga minyak dunia telah menyentuh 115 dollar AS per barel sementara asumsi dalam APBN hanya 70 dollar AS per barel,” tegas Hergun.

“Kami mengapresiasi kebijakan pemerintah yang telah memutuskan tidak akan menaikkan harga BBM per 1 April 2026. Hal tersebut tentunya dimaksudkan untuk melindungi masyarakat kecil agar tidak terpukul daya belinya. Karena itu, perlu dilakukan kebijakan efisiensi energi, yang salah satunya melalui WFH ASN,” lanjutnya.

Menurutnya, kebijakan yang terukur, penguatan cadangan energi nasional, serta optimalisasi peran badan usaha energi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas tersebut. Hal ini tidak hanya berdampak pada ketahanan energi nasional, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi, khususnya dalam menekan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.

“Stabilitas BBM bukan hanya

persoalan energi semata, tetapi juga menyangkut kepastian bagi sektor transportasi, industri, hingga kehidupan sehari-hari masyarakat luas. Pemerintah telah menunjukkan kehadiran nyata dalam menjawab tantangan global yang kompleks,” ujar Hergun.

Hergun mengingatkan agar WFH ASN tidak menyalahgunakan untuk kegiatan-kegaitan lainnya yang bertentangan dengan semangat efisiensi energi dan anggaran, misalnya melakukan kegiatan liburan.

“Kita setuju dengan semangat efisiensi energi. Tapi saya ingatkan, WFH pada hari Jumat itu statusnya tetap bekerja, bukan libur lebih awal. Jangan sampai kebijakan ini justru membuat ASN jadi ‘mager’ (malas gerak) dan pelayanan publik di hari tersebut malah terganggu atau melambat,” tegas Hergun.

“Pemerintah perlu mengoptimalkan pengawasan terhadap WFH ASN untuk menjamin pelayanan publik tetap berjalan secara baik. WFH hanya mengubah pola kerja sehingga tidak boleh menurunkan kinerja,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Hergun mendorong instansi terkait, seperti Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Badan Kepegawaian Negara, dan Kementerian Dalam Negeri, untuk bersinergi dan berkolaborasi antar kementerian/lembaga serta dengan pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan terhadap WFH ASN.

“WFH akan diberlakukan di seluruh Indonesia, baik ASN pusat maupun daerah, karena itu perlu kolaborasi yang solid antar instansi pemerintah pusat dan daerah untuk menjamin agar kinerja ASN tidak menurun saat WFH. Selain itu, terhadap ASN yang meninggalkan tugas perlu diberikan punishment sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Soroti Pemangkasan Perjalanan Dinas

Terkait keputusan pemerintah yang memangkas anggaran perjalanan dinas dalam negeri sebesar 50% dan luar negeri hingga 70%, Hergun menilai hal tersebut sebagai salah satu sinyal bahwa pemerintah harus mulai beralih ke sistem kerja yang lebih digital dan efektif.

“Angka pemotongan hingga 70% untuk luar negeri itu sangat signifikan. Ini menunjukkan bahwa selama ini memang banyak kegiatan yang sebenarnya bisa diselesaikan melalui koordinasi virtual. Sekarang saatnya membuktikan bahwa birokrasi kita bisa tetap berlari kencang meski anggarannya diketatkan,” jelasnya.

Dorong Penggunaan Transportasi Publik

Lebih lanjut, Hergun juga mendukung penuh pembatasan penggunaan mobil dinas dan dorongan bagi pejabat serta ASN untuk beralih ke transportasi umum. Namun, ia menekankan perlunya keteladanan dari level atas.

“Kebijakan ini harus dimulai dari pucuk pimpinan. Kalau para pejabat tinggi sudah memberi contoh menggunakan transportasi publik, maka staf di bawahnya akan mengikuti tanpa merasa terpaksa. Ini bukan hanya soal hemat BBM, tapi soal empati di tengah kondisi ekonomi global yang sedang sulit,” tutup Ketua DPP Partai Gerindra ini.

Hergun memastikan bahwa DPR akan terus mengawasi realokasi anggaran hasil penghematan tersebut agar benar-benar dialihkan untuk memperkuat daya beli masyarakat dan sektor produktif lainnya.


Redaktur: Ujang Herlan

Pemerintah Tidak Naikan Harga BBM per 1 April, Hergun: Jawaban atas Keresahan Rakyat

 


SUKABUMI – Anggota DPR RI asal Sukabumi, Heri Gunawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap keputusan Pemerintah Pusat yang menetapkan tidak ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, mulai 1 April 2026.

Akomodasi Wisata Sukabumi

Keputusan tersebut secara resmi disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, sekaligus menjawab isu penyesuaian harga yang sempat memicu kekhawatiran di tengah masyarakat.

“Pemerintah belum berencana melakukan penyesuaian harga BBM. Artinya, harga yang berlaku masih tetap sama. Ini adalah kabar melegakan bagi kita semua,” ujar legislator yang akrab disapa Hergun tersebut kepada awak media, Selasa (31/03/2026).

Ketua DPP Partai Gerindra ini menjelaskan bahwa kebijakan pro-rakyat tersebut bukan tanpa proses. Menurutnya, terjadi komunikasi intensif antara DPR RI dengan jajaran menteri di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Hergun menegaskan bahwa instruksi Presiden sangat jelas: ketersediaan dan keterjangkauan BBM harus menjadi prioritas utama Pemerintah.

Komitmen Presiden Prabowo Subianto sangat tegas, yaitu terus memonitor agar kebutuhan energi masyarakat tetap terjamin tanpa menambah beban ekonomi baru,” tambah Penasihat SMSI Sukabumi Raya tersebut.

Sebelumnya, Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan langkah ini diambil setelah koordinasi ketat dengan Kementerian ESDM dan PT Pertamina (Persero). Berdasarkan arahan langsung Presiden, Pertamina menyatakan belum akan melakukan penyesuaian harga untuk periode April 2026.

“Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat. Karena itulah, diputuskan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi tetap stabil,” pungkas Prasetyo dalam keterangan resminya.Energi & Utilitas

Dengan adanya kepastian ini, masyarakat diharapkan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab mengenai kelangkaan atau lonjakan harga di SPBU. (*)

HUT ke-112 Kota Sukabumi, Hergun: Momentum Bangkit, Perkuat Harmoni dan Kolaborasi

 

Daerah

SUKABUMI – Anggota DPR RI, Heri Gunawan menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi yang diperingati hari ini, Rabu 1 April 2026. Momentum ini dinilainya sebagai titik penting untuk memperkuat semangat kebersamaan dan melangkah lebih berani menuju kemajuan.

Mengusung tema “Harmoni dalam Kolaborasi Bersama Membangun Kota”, Heri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya merayakan, tetapi juga menjadikan peringatan ini sebagai pemicu energi baru dalam membangun daerah.

“Selamat Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi. Ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk bangkit, memperkuat persatuan, dan melangkah lebih cepat dalam mewujudkan kota yang maju dan sejahtera,” kata pria yang karib disapa Hergun, Selasa (31/03/2026).

Ketua DPP Partai Gerindra ini menegaskan, kunci utama kemajuan terletak pada kekompakan dan sinergi. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan generasi muda harus bergerak dalam satu irama, saling menguatkan, dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Kamus & Ensiklopedia

Hergun menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sebagai penguat utama pembangunan. Menurutnya, kolaborasi yang selaras antara kebijakan nasional dan kebutuhan daerah akan mempercepat realisasi program serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sinergi pusat dan daerah harus terus diperkuat. Ketika kebijakan nasional berpadu dengan kebutuhan lokal, maka pembangunan akan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

“Harmoni adalah fondasi, kolaborasi adalah kekuatan. Ketika keduanya berjalan seiring, maka tidak ada tantangan yang tidak bisa kita lewati,” lanjutnya.

 Politisi ramah ini juga mendorong lahirnya inovasi dan semangat baru dari masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu menjawab tantangan zaman yang semakin dinamis.

“Jangan takut berinovasi, jangan ragu berkontribusi. Kota Sukabumi butuh ide-ide segar, butuh energi baru, dan butuh keberanian untuk berubah menjadi lebih baik,” tambahnya.

Menurut Legislator Senayan tiga periode dari Dapil Jabar IV (Kota dan Kabupaten Sukabumi), usia 112 tahun merupakan bukti bahwa Kota Sukabumi memiliki fondasi sejarah yang kuat. Kini saatnya, fondasi tersebut diperkuat dengan visi masa depan yang progresif dan kolaboratif.

Wisata Sukabumi

“Dengan kebersamaan dan tekad yang kuat, saya yakin Kota Sukabumi akan terus melesat menjadi kota yang unggul, nyaman, dan membanggakan. Mari kita bangun kota ini dengan hati, dengan karya, dan dengan semangat yang tak pernah padam,” ujarnya.

“Dirgahayu Kota Sukabumiku yang ke-112 tahun, harmoni dalam kolaborasi, bersama membangun Kota Sukabumi tercinta” tutup Hergun. (izo)