Aroma mi hangat menyeruak di Rumah Aspirasi dan Inspirasi Heri Gunawan (RAI Hergun), Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Malam itu, suasana yang biasanya diwarnai diskusi dan serapan aspirasi, berubah menjadi ruang penuh cerita masa lalu.
Di tengah kunjungannya ke daerah pemilihan Jawa Barat IV meliputi Kota dan Kabupaten Sukabumi, Anggota DPR RI Heri Gunawan justru memilih cara sederhana untuk melepas rindu menikmati kuliner legendaris, Mie Udin.
Duduk santai bersama para relawan, politisi yang akrab disapa Hergun itu tak canggung menyantap mie dari bungkus sederhana. Tanpa sekat formalitas, momen itu mengalir hangat, seperti membawa semua yang hadir kembali ke masa yang lebih sederhana.
potongan kenangan yang lekat dengan masa remaja, saat dirinya masih duduk di bangku SMP hingga SMA Mardiyuana Sukabumi pada era 1980-an.
Ia pun mulai bercerita, tentang masa ketika menikmati seporsi mie bukanlah hal yang mudah. Ada usaha, ada kebersamaan, dan ada cerita di balik setiap suapan.
“Dulu waktu sekolah, makan Mie Udin itu rasanya mewah sekali. Saya sama teman-teman harus patungan dulu, kumpulin uang sedikit demi sedikit. Tidak bisa sering-sering, paling sebulan sekali baru bisa beli,” ujarnya sambil tersenyum.
Kenangan tentang uang receh yang dikumpulkan bersama, tawa di sela keterbatasan, hingga kebersamaan yang terjalin justru menjadi rasa yang tak tergantikan. Mie Udin, dalam ingatannya, bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang perjalanan hidup.
Kini, meski aktivitasnya lebih banyak tersita di ibu kota, Hergun mengaku cita rasa itu tak pernah berubah. Sederhana, namun penuh makna.
“Sekarang mungkin lebih mudah untuk mendapatkannya, tapi rasanya tetap sama. Justru ini yang bikin saya selalu ingat Sukabumi,” tuturnya.
Momen tersebut seakan menegaskan bahwa di balik peran sebagai wakil rakyat, Hergun tetaplah bagian dari Sukabumi yang tumbuh, berproses, dan menyimpan kenangan di dalamnya.
RAI Hergun pun bukan sekadar ruang politik, melainkan tempat di mana cerita, nostalgia, dan kedekatan dengan masyarakat terus hidup dan terjaga. (ris).

0 komentar:
Posting Komentar