PEMERINTAH DINILAI GAGAL CAPAI TARGET PERTUMBUHAN EKONOMI

Laporan pertanggungjawaban APBN 2018 dinilai gagal memenuhi sejumlah target ekonomi makro. Diantaranya, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17 persen yang berada di bawah target asumsi APBN sebesar 5,40 persen. Realisasi nilai tukar Rupiah, yakni Rp 14.247 per dollar Amerika Serikat (AS), lebih tinggi dibandingkan dengan asumsi APBN sebesar Rp 13.400 per dollar AS. Sementara itu, lifting minyak hanya mencapai 778.000 barel per hari dari target sebanyak 800.000 barel per hari, dan lifting gas hanya mencapai 1,14 juta barel per hari dari target 1,2 juta barel per hari.

Anggota Komisi XI DPR RI, Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan menanggapi hal ini sebagai catatan terhadap pemerintah. Selain itu, pada tahun 2018 rasio utang Pemerintah naik lagi menjadi 29,81 persen. Sampai dengan 31 Desember 2018, nilai pokok atas utang pemerintah sebesar Rp 4.466 triliun yang terdiri dari utang luar negeri sebesar Rp2.655 triliun atau 59 persen dan utang dalam negeri sebesar Rp 1.811 triliun atau 41 persen. Realisasi belanja subsidi tahun 2018 sebesar Rp216 triliun juga melebihi pagu anggaran yang ditetapkan APBN sebesar Rp156 triliun dan meningkat sebesar Rp50 triliun dibandingkan dengan tahun 2017. Beliau juga berharap agar pemerintah lebih keras lagi dalam mencapai beberapa target ekonomi makro 2019 sebagaimana telah disepakati dengan DPR.

0 komentar:

Posting Komentar