Berjuang Bersama Gerindra dan Prabowo Subianto

Mengamalkan TRIDHARMA Kader Partai Gerindra : Berasal Dari Rakyat, Berjuang Untuk Rakyat, Berkorban Untuk Rakyat.

Heri Gunawan Seminar Nasional

Tantangan dan Peluang Bisnis bagi Generasi Milenial.

Jalan Santai

JHeri Gunawan Apresiasi Peluncuran Program Pemuda Pelopor Desa di Sukabumi

Kunjungan Ketua Umum GERINDRA

Prabowo Subianto Melakukan Kunjungan ke Sukabumi

Bantuan Hand Traktor

Heri Gunawan Memfasilitasi Bantuan 30 Unit Traktor Untuk Gapoktan di Kabupaten Sukabumi Pada Tahun 2015

Kunjungan Kerja BKSAP DPR RI Ke Australia

Heri Gunawan Sebagai Anggota BKSAP DPR RI saat berkunjung dan berdialog dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Australia

Tampilkan postingan dengan label Kepres. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepres. Tampilkan semua postingan

Pemerintah Harus Antisipasi Hambatan Dikelolanya Blok Masela

VIVA.co.id – Perdebatan tentang Blok Masela akhirnya berakhir. Presiden Joko Widodo memutuskan pengelolaan proyek gas abadi Blok Masela, di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, dilakukan di darat (onshore).
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan mengatakan, dengan diputuskannya pengelolaan Blok Masela di darat (on-shore) oleh Presiden, seyogyanya mengakhiri polemik yang selama ini mencuat.
"Keputusan Presiden yang menetapkan pengelolaan gas Blok Masela di darat harus diikuti dan dilaksanakan oleh menteri-menteri terkait yang notabene sebagai pembantu Presiden," ujarnya, Kamis 24 Maret 2016.
Ia menambahkan, keputusan yang diambil harus mengakomodir kepentingan, kesejahteraan, dan kebahagiaan rakyat, khususnya di Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, umumnya bangsa dan negara Indonesia, jadi bukan hanya pertimbangan bisnis semata.
"Pemerintah harus segera mengantisipasi hambatan yang muncul akibat dikelolanya gas Blok Masela di darat, antara lain, persoalan lahan yang bisa memicu konflik, pembangunan infrastruktur gas, dan lain-lain," ujar politisi Gerindra ini.
Lebih lanjut dijelaskan, terkait isu mundurnya Sudirman Said yang sempat berhembus karena usulannya tidak terakomodir, kalau itu benar, maka itu haknya Pak Sudirman Said.
"Buat saya, pada prinsipnya, menteri itu pembantu Presiden. Dan karena itu, harus siap lahir-batin melaksanakan perintah Presiden dengan analisa yang komprehensif serta berpikir dan bertindak mempertimbangkan untuk kepentingan bangsa dan negara," katanya.   (rin)