Berjuang Bersama Gerindra dan Prabowo Subianto

Mengamalkan TRIDHARMA Kader Partai Gerindra : Berasal Dari Rakyat, Berjuang Untuk Rakyat, Berkorban Untuk Rakyat.

Heri Gunawan Seminar Nasional

Tantangan dan Peluang Bisnis bagi Generasi Milenial.

Jalan Santai

JHeri Gunawan Apresiasi Peluncuran Program Pemuda Pelopor Desa di Sukabumi

Kunjungan Ketua Umum GERINDRA

Prabowo Subianto Melakukan Kunjungan ke Sukabumi

Bantuan Hand Traktor

Heri Gunawan Memfasilitasi Bantuan 30 Unit Traktor Untuk Gapoktan di Kabupaten Sukabumi Pada Tahun 2015

Kunjungan Kerja BKSAP DPR RI Ke Australia

Heri Gunawan Sebagai Anggota BKSAP DPR RI saat berkunjung dan berdialog dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Australia

Tampilkan postingan dengan label Pembangunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembangunan. Tampilkan semua postingan

Kesesuaian Visi Misi HG Dengan Program UP2DP

Heri Gunawan, anak petani menginginkan perubahan, berharap menjadi pejuang politik bukan sebatas politikus.

VISI - Heri Gunawan
Berusaha berpartisipasi demi terwujudnya DPR RI sebagai lembaga perwakilan yang kredibel dalam mengemban tanggungjawab yang mampu menciptakan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial, dan tatanan politik negara yang melandaskan diri pada nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

MISI - Heri Gunawan
  1. Mewujudkan penyelenggaraan fungsi legislasi yang efisien dan efektif
  2. Mewujudkan penyelenggaraan fungsi penganggaran negara yang akuntabel dan transparan
  3. Mewujudkan kelembagaan DPR RI yang kuat, aspiratif, responsif dan akomodatif
  4. Mewujudkan penyelenggaraan fungsi pengawasan yang transparan dan efektif guna mempertahankan dan mewujudkan cita-cita negara Proklamasi 17 Agustus 1945 di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia;


MISI operasional, yaitu berusaha dengan sungguh-sungguh untuk : 
  1. Belajar dari rakyat, Berjuang untuk rakyat, Berkorban demi rakyat
  2. Memperjuangkan terwujudnya visi, misi dan tujuan Partai GERINDRA
  3. Menunaikan tugas pokok yang menjadi kewajiban setiap pengurus, kader, dan anggota Partai GERINDRA


Secara individu mempunyai kewajiban, diantaranya : 
  1. Memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada pemilih dan daerah pemilihan, dengan membangun Rumah Aspirasi dan Inspirasi sebagai jalinan komunikasi yang berkelanjutan
  2. Menyerap, menghimpun, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat,
  3. Memperhatikan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat,
  4. Mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan,
  5. Mentaati kode etik dan Peraturan Tata Tertib DPR, dan
  6. Menjaga etika dan norma dalam hubungan kerja dengan lembaga yang terkait.


Itu visi misi yang disampaikan HG pada saat pileg 2014 lalu, terkait dengan adanya Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DP), tentunya usulan ini bak gayung bersambut.

Menilik latar belakang UP2DP, antara lain : 
• Pertama, sumpah jabatan Anggota DPR RI yang berbunyi "...bahwa saya akan memperjuangkan aspirasi rakyat yang saya wakili untuk mewujudkan tujuan nasional demi kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia". Artinya, setiap Anggota DPR RI memiliki kewajiban memperjuangkan aspirasi rakyat dari daerah pemilihannya. Sehingga kewajiban dan hak memperjuangkan haruslah linear.

• Kedua, konstitusi mengamanahkan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia memiliki 3 (tiga) fungsi pokok, yaitu fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan. Dalam menjalankan ketiga fungsi tersebut, anggota DPR berkewajiban untuk menyerap dan menghimpun aspirasi konstituen melalui kunjungan kerja secara berkala, menampung dan menindaklanjuti aspirasi dan pengaduan masyarakat serta memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada rakyat, khususnya konstituen di daerah pemilihannya.

• Ketiga, Pasal 80 ayat ( j ) Undang-Undang NO. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No.42 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang  No.17 Tahun 2014 dan Pasal 195 Peraturan DPR No.1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib sebagaimana diubah dengan Peraturan DPR No.3 Tahun 2015 tentang Perubahan Peraturan DPR RI No.1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib mempertegas kembali hak mengusulkan dan memperjuangkan Program Pembangunan Daerah Pemilihan.

• Keempat, Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan berasal dari inisiatif sendiri, pemerintah daerah, atau aspirasi masyarakat di daerah pemilihan dari daerah pemilihannya sendiri dan diintegrasikan ke dalam Program Pembangunan Nasional dalam APBN.

• Kelima, Program Pembangunan Nasional didefinisikan sebagai suatu perencanaan yang disusun melalui sistem perencanaan nasional yang berisikan berbagai upaya yang akan dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan bernegara.

• Keenam, keberadaan Program Pembangunan Daerah Pemilihan ini akan menjadi salah satu instrument bagi pemerintah dalam mengurangi kesenjangan antar daerah.

Tentunya aspirasi atau inspirasi Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan harus memenuhi kriteria, diantaranya :
  1. Berupa pembangunan, rehabilitasi,dan/atau perbaikan sarana dan prasarana;
  2. Berbentuk kegiatan fisik
  3. Hasil dari pelaksanaan Program berkaitan dengan pelayanan masyarakat; dan
  4. Penganggaran melalui dana alokasi khusus program pembangunan daerah pemilihan.


Penerima manfaat Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan harus jelas dan transparan, ditujukan kepada :
1. Kelompok masyarakat
2. Desa;
3. Lembaga pendidikan;
4. Lembaga adat;
5. Lembaga sosial: dan/atau
6. Pemerintah daerah kabupaten/kota

Sementara lingkup Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan dapat berupa, antara lain :
  1. Penyediaan air bersih;
  2. Implementasi hasil riset dan teknologi terapan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat;
  3. Pembangunan/perbaikan/peningkatan sanitasi, termasuk mandi, cuci kakus/jamban, sampah/limbah rumah tangga;
  4. Pembangunan/perbaikan/peningkatantempat ibadah serta sarana dan praserana keagamaan;
  5. Pembangunan/perbaikan kantor desa/kelurahan;
  6. Pembangunan/perbaikan/peningkatan sarana olahraga;
  7. Pembangunan/perbaikan/peningkatan perpustakaan/taman bacaan umum;
  8. Pembangunan/perbaikan/peningkatan panti-panti sosial;
  9. Pengadaan benih dan bibit;
  10. Penyediaan sarana internet;
  11. Penyediaan penerangan jalanan umum;
  12. Pembangunan/perbaikan/peningkatanjalan/jembatan desa;
  13. Pembangunan/rehabilitasi irigasi tersier;
  14. Pembangunan/rehabilitasi makam;
  15. Pembangunan/perbaikan/peningkatan/pengembangan sarana dan prasaranapertanian/perikanan;
  16. Pembangunan/perbaikan/peningkatan/pengadaan puskesmas , pondok bersalin desa dan ambulan;
  17. Pembangunan/perbaikan/peningkatanruang kelas serta sarana dan praserana pendidikan; dan/atau;
  18. Pembanguan fisik lainnya.


Perihal ini tidak berlebihan, mengingat tidak semua pembangunan, penyediaan maupun sarana dapat tertampung dan atau dialokasikan dalam musrenbang yg diadakan pada daerah pemilihan untuk diajukan dalam APBD ataupun APBN.

Dengan adanya UP2DP diharapkan terjadinya keselarasan antara perencanaan pembangunan nasional dengan perencanaan pembangunan daerah karena adanya keterwakilan usulan program pembangunan daerah pemilihan ke dalam perencanaan pembangunan nasional.

Rangkaian Kegiatan Reses III DPR RI Heri Gunawan di Sukabumi


Dalam rangka Reses Masa Persidangan III Tahun 2014-2015, Heri Gunawan melaksanakan rangkaian kegiatan untuk menghimpun aspirasi dari Daerah Pemilihan Jabar IV Kota dan Kabupaten Sukabumi. Pada masa reses kali ini kegiatan banyak difokuskan di wilayah Pajampangan Sukabumi Selatan. 

Berikut ini rangkaian kegiatan reses penyerapan aspirasi yang dilaksanakan Heri Gunawan tersebut :

A. Kunjungan Kerja kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten Sukabumi untuk menyerap aspirasi/pengajuan usulan pembangunan dari unsur pemerintah kota/kabupaten. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Pendopo Kabupaten Sukabumi pada hari selasa tanggal 12 Mei 2015.

Pada kesempatan ini, Heri Gunawan juga mengajak anggota DPR RI yang terpilih dari Dapil Jabar IV dari Fraksi Partai Golkar, Dewi Asmara SH. Hal ini merupakan tindaklanjut dari keinginan Heri Gunawan yang disampaikan kepada Bupati dan Walikota Sukabumi pada masa reses II yang lalu, dimana para anggota DPR RI yang mewakili Kota & Kabupaten Sukabumi melakukan kegiatan Kunjungan Kerja secara bersama-sama kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Hadir dalam kesempatan kunjungan kerja ini Sekda Kabupaten Sukabumi, Sekda Kota Sukabumi, Kepala Bappeda Kabupaten Sukabumi, Kepala Diskoperindag Kota Sukabumi, Kepala Disosnaker Kota Sukabumi, Kepala Disnaker Kabupaten Sukabumi, Asda II Setda Kabupaten Sukabumi dan perwakilan Dinas lain Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Selain menyampaikan beberapa program pembangunan dari pusat yang bisa diakses oleh pemda, juga kunker Heri Gunawan ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan menjalin komunikasi yang lebih intens antara pemda dengan anggota DPR RI sehingga bisa mensinergiskan rencana dan pelaksanaan program-program pembangunan untuk Sukabumi yang lebih baik di masa yang akan datang.

B. Kegiatan Jaring Aspirasi Masyarakat
Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa lokasi, yaitu :
1. di GOR Surade pada minggu,10 Mei 2015 yang diikuti oleh sekitar 220 Orang undangan dari wilayah Dapil III Kabupaten Sukabumi (Surade, Jampangkulon dan sekitarnya) yang terdiri dari unsur Muspika, Kepala Desa, Ketua BPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Tani dan konstituen Partai Gerindra.












Pada acara jaring aspirasi ini juga dilaksanakan kegiatan Donor Darah yang bekerjasama dengan UDD PMI Kota Sukabumi.








2. di Desa Cidahu Kecamatan Cibitung tepatnya di kediaman Tokoh Tani H. Iwan Ridwan pada tanggal 10 Mei 2015. Kegiatan ini diikuti oleh 92 Orang perwakilan masyarakat. Selain menyerap aspirasi masyarakat, juga sekaligus sebagai kunjungan lapangan ke Desa Cidahu sebagai Sentra Penghasil Bibit Kedelai yang sudah dipercaya kualitasnya. 


3. di Balai Desa Sukamaju Kecamatan Cimanggu.
Kegiatan reses diwilayah ini dilaksanakan untuk menjaring aspirasi masyarakat ditingkat bawah terkait pembangunan di pedesaan. Selain itu juga sekaligus melakukan peninjauan realisasi bantuan pembangunan madrasah yang diberikan oleh Rumah Aspirasi & Inspirasi Heri Gunawan pada masa reses II yang lalu.

Kegiatan jaring aspirasi dan kunjungan lapangan ini dilaksanakan pada 11 Mei 2015 dan diikuti oleh 76 orang peserta dari unsur pemerintahan desa dan perwakilan masyarakat setempat.


4. di Balai Desa Waluran Mandiri Kecamatan Waluran
Kegiatan ini juga bagian dari penjaringan aspirasi masyarakat secara langsung ditingkatan paling bawah terkait pembangunan di wilayah pedesaan. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur muspika, kepala desa se Kecamatan Waluran, Tokoh dan perwakilan masyarakat setempat. Dilaksanakan pada 11 Mei 2015 yang diikuti oleh 114 orang peserta reses.


5. di Desa Pangumbahan Kecamatan Ciracap
Kegiatan dilaksanakan pada 10 Mei 2015 di daerah Cibuaya ini diikuti oleh sekitar 25 Orang. Pada kesempatan ini, Heri Gunawan berdialog dan menjaring aspirasi dari para tokoh nelayan terkait dengan kebijakan pemerintah pusat dan program pembangunan di wilayah pesisir Sukabumi Selatan.

C. Kegiatan Kunjungan Lapangan 
1. Kunjungan Lapangan ke Gudang Mitra Bulog
Kegiatan kunlap ini merupakan tindaklanjut dari kegiatan dengar pendapat pada reses II yang lalu dimana pihak Bulog dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi mengusulkan adanya Gudang Beras di wilayah Kabupaten Sukabumi tepatnya di wilayah Pajampangan.

Pada kesempatan kunlap ini, Heri Gunawan melakukan peninjauan kepada salah satu mitra Bulog yang selama ini bekerjasama dalam pembelian gabah dari petani di wilayah Pajampangan yaitu di penggilingan dan gudang beras H. Suha. Dilanjutkan kunjungan ke gudang tempat penyimpanan beras Bulog yang saat ini masih berstatus guna pakai. 

Hasil dari kunjungan ini akan ditindaklanjuti melalui RDP dengan Kementerian BUMN dan Bulog untuk segera merealisasikan pengadaan gudang Bulog di wilayah Pajampangan. 


2. Kunjungan Lapangan Pembangunan Madrasah di Desa Sukamaju Kecamatan Cimanggu sebagai realisasi pemberian bantuan dana pembangunan yang diserahkan pada kegiatan Reses II yang lalu.

Reses, Rumah Aspirasi & Inspirasi Hergun Bagikan Laptop

WARUDOYONG (Radar Sukabumi) - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Heri Gunawan, menyerahkan bantuan berupa laptop kepada 42 kelurahan/desa di Kota dan Kabupaten Sukabumi, kemarin (9/3). Penyerahan bantuan ini merupakan salah satu agenda kegiatan reses Heri Gunawan di daerah pemilihannya, yang diselenggarakan di sela-sela sosialisasi empat pilar berbangsa dan bernegara di Gedung Pertemuan King, Jalan Arif Rahman Hakim Kecamatan Warudoyong.

Penyerahan laptop ini merupakan penerapan konsep global village, bahwa desa atau kelurahan harus berpikir global dan terhubung secara real time dengan dunia global," katanya.

Ia menambahkan, pemberian laptop bukan ditujukan untuk personal lurah atau kepala desa, tapi diharapkan menjadi invetaris kantornya. Dengan laptop itu diharapkan dapat lebih memberikan peningkatan kapasitas pelayanan administrasi desa atau kelurahan.

Dengan menggunakan teknologi seperti laptop ini, perangkat desa dapat lebih efisien dalam melakukan pelayanan administrasi desa untuk masyarakat selain itu diharapkan desa dapat memanfaatkan laptop itu untuk mengakses informasi yang lebih banyak dan luar, katanya.

Heri menambahkan, hal tersebut sebagai aplikasi dari cita-cita desa yang maju, yang harus ditularkan kepada desa atau kelurahan di Indonesia. Desa atau kelurahan tidak boleh dipandang sebagai area yang terbelakang lagi.

Untuk saat ini memang belum bisa semua, kami hanya memberikan kepada desa atau kelurahan yang memenuhi kriteria yang menurut kami sangat membutuhkan," katanya.

Kriteria tersebut di antaranya, desa-desa yang secara kelembagaan perlu mendapat dukungan sehingga aktivitas struktural bisa berlangsung lebih cepat dan efisien. Kemudian desa yang secara spesial perlu dilakukan penguatan sehingga hubungan antar wilayah, termasuk hubungan desa-kota tidak terlalu lebar. "Saya berharap tentunya ini mendapat dukungan dari semua pihak dalam rangka penguatan desa itu sendiri," katanya.

Sementara itu, Lurah Karangtengah, Tony Slamet berterima kasih terhadap bantuan yang diberikan. Dirinya berharap pemberian laptop bisa membantu pelayanan terhadap masyarakat agar lebih baik. "Bantuan untuk kelurahan ini cukup membantu untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Selain laptop, kegiatan tersebut Heri Gunawan juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat. Bantuan itu berupa uang tunai untuk renovasi masjid, gedung sekolah, infrastruktur jalan dan pembinaan kelompok usaha bersama. (mvi)

--------------------------

Berikut daftar 42 Desa/Kelurahan di Kota dan Kabupaten Sukabumi yang mendapatkan bantuan laptop :

A. KOTA SUKABUMI
1.   Kelurahan Selabatu Kec. Cikole
2.   Kelurahan Cisarua Kec. Cikole
3.   Kelurahan Tipar Kecamatan Citamiang
4.   Kelurahan Gedongpanjang Kecamatan Citamiang
5.   Kelurahan Baros Kecamatan Baros
6.   Kelurahan Cibeureumhilir Kecamatan Cibeureum
7.   Kelurahan Limusnunggal Kecamatan Cibeureum
8.   Kelurahan Babakan Kecamatan Cibeureum
9.   Kelurahan Sriwedari Kecamatan Gunungpuyuh
10. Kelurahan Gunungpuyuh Kecamatan Gunungpuyuh
11. Kelurahan Karangtengah Kecamatan Gunungpuyuh
12. Kelurahan Benteng Kecamatan Warudoyong
13. Kelurahan Nyomplong Kecamatan Warudoyong
14. Kelurahan Warudoyong Kecamatan Warudoyong

B. KABUPATEN SUKABUMI
15. Desa Sukamanah Kecamatan Gegerbitung 
16. Desa Gegerbitung Kecamatan Gegerbitung
17. Desa Parungseah Kecamatan Sukabumi
18. Desa Cireunghas Kecamatan Cireunghas
19. Desa Bojongsawah Kecamatan Kebonpedes
20. Desa Sukaraja Kecamatan Sukaraja
21. Desa Sukaresmi Kecamatan Cisaat
22. Desa Cidolog Kecamatan Cidolog
23. Desa Bojongtipar Kecamatan Jampangtengah
24. Desa Cimerang Kecamatan Purabaya
25. Desa Tegalbuleud Kecamatan Tegalbuleud
26. Desa Sukamaju Kecamatan Cimanggu
27. Desa Waluranmandiri Kecamatan Waluran
28. Desa Bojongkerta Kecamatan Warungkiara
29. Desa Ubrug Kecamatan Warungkiara
30. Desa Citarik Kecamatan Palabuhanratu
31. Kelurahan Palabuhanratu Kecamatan Palabuhanratu
32. Desa Lembursawah Kecamatan Cicantayan
33. Kelurahan Cibadak Kecamatan Cibadak
34. Desa Cibodas Kecamatan Bojonggenteng
35. Desa Bojonggenteng Kecamatan Bojonggenteng
36. Desa Bojonggaling Kecamatan Bojonggenteng
37. Desa Bangbayang Kecamatan Cicurug
38. Desa Cidahu Kecamatan Cidahu
39. Desa Sundawenang Kecamatan Parungkuda
40. Desa Sukatani Kecamatan Parakansalak
41. Desa Bojonglongok Kecamatan Parakansalak
42. Desa Tugubandung Kecamatan Kabandungan.

Pesimis Pembangunan (Tol Bocimi) Berlanjut

Kades Pertanyakan Sosialisasi Tol Bocimi
SUKABUMI (Radar Sukabumi) - Pembangunan jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) diresmikan pemerintah, kemarin (9/2). Namun, pembangunan belum sampai ke Sukabumi, tepatnya hanya untuk seksi pertama yakni Ciawi hingga Cigombong Kabupaten Bogor, dengan panjang jalan 15,35 Km.
Sehingga untuk Kabupaten Sukabumi, pembangunan jalan tol masih menjadi pertanyaan. Pasalnya belum ada tanda-tanda, jika jalan tol serius digarap.
Sejumlah Kepala Desa (Kades) yang daerahnya masuk dalam rencana pembangunan jalan tol Bocimi itu mengaku, hingga kini tidak pernah mendapat informasi apapun terkait mega proyek tersebut. Baik itu rencana pembebasan lahan atau sosialisasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi. Mereka mengklaim, hanya ada pengukuran yang pernah dilakukan tanpa ada kelanjutan apapun.
Dulu pernah ada pengukuran yang dilakukan Bina Karya, namun berapa panjang dan berapa banyak titik yang akan terlalui jalan tol tidak kami ketahui" ungkap Kepala Desa (Kades) Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Ade Daryadi kepada Radar Sukabumi, kemarin (9/2).
Menurutnya, hal teknis yang berkaitan dengan jalan tol hanya pengukuran itu saja, selain itu tidak ada lagi. Ade mengungkapkan, terdapat empat desa di Kecamatan Cicurug yang masuk dalam rencana perlintasan jalan tol, yakni Desa Benda, Nanggerang, Tenjoayu serta Purwasari.
Semua kades hanya tahu ada pengukuran waktu itu saja, itu pun sudah sangat lama. Setelah itu tidak ada lagi pekerjaan teknis di lapangan terkait jalan tol" kesalnya.
Hal yang sama dibeberkan Kades Benda, Andi Mulyasana. Menurutnya, informasi tentang pembangunan jalan tol seksi pertama sudah diperolehnya. Tetapi untuk rencana pembangunan ke Sukabumi, belum ada kelanjutan. Lantaran, belum nampak ada pekerjaan apapun.
Kabarnya di bangunan tahun kemarin lalu berubah menjadi tahun ini. Jangankan untuk waktu pelaksanaan, luas tanah dan titiknya di mana saja kami tidak mengetahui" jelas Andi.
Meski demikian, mantan Ketua Asosiasi Perangkat Desa Indonesia Kabupaten Sukabumi (Apdesi) ini berharap, jalan tol dapat terlaksana. Sebab, menjadi sarana yang dapat menunjang majunya sebuah daerah.
Dijelaskannya, saat ini setiap hari terjadi kemacetan di jalan nasional Sukabumi, keadaan tersebut menggambarkan pesatnya pembangunan yang harus ditunjang infrastuktur yang baik seperti jalan tol.
Jalan tol harus direalisasikan karena memang benar-benar dibutuhkan, karena mengimbangi pembangunan di Sukabumi sangat pesat" tukasnya.
Di tempat terpisah, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Heri Gunawan menilai pelaksanaan pembangunan jalan tol Bocimi, lamban. Penyebabnya, Pemkab Sukabumi kurang komunikatif melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Padahal, tol itu mampu menekan tingkat kemacetan di Sukabumi.
Harusnya Pemkab Sukabumi interaktif berkoordinasi dengan pusat. Tanyakan terus kapan pelaksanaannya. Jangan hanya menunggu" ujar Heri Gunawan.
Namun demikian, kendati pelaksanaan pembangunan tol Bocimi ini lamban, namun sekarang sudah ada titik terang. Tidak hanya pemerintah daerah yang mengetahui, publik pun sudah mengetahui bahwa pembangunan sudah dimulai dengan mengawalinya pada tahap satu, yakni pembangunan Tol Ciawi-Cigombong.
Kalau kemarin kan masih buram, tapi sekarang sudah pasti berjalan dan ada progresnya" imbuhnya.
Menurut pria yang akrab dipanggil HG itu, kendati bukan pihaknya yang membidangi pembangunan tol Bocimi ini, namun dirinya mengaku itu mengawal rencana pembangunan tol tersebut. Bahkan belum lama ini, dirinya yang paling ngotot menyuarakan pembangunan Tol Bocimi saat sidang paripurna.
Kami terus kawal rencana ini karena peduli terhadap Sukabumi. Bahkan, dalam paripurna kemarin, kami paling ngotot menyuarakan segera pembangunan Tol Bocimi" akunya.
Selain terus menyuarakan pada Paripurna, HG juga mengaku telah berkoordiansi dengan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan supaya segera melakukan pembangunan. Pasalnya, pembangunan tol Bocimi akan berdampak positif kepada masyarakat, baik secara perekonomian, kemacetan maupun transportasi.
Karena ini penting bagi masyarakat, makanya belum lama kemarin kami lobi kanan kiri termasuk dengan Gubernur Jabar. Supaya segera dibangun" tandasnya.
Sementara itu, meski pembangunan Tol Bocimi baru di mulai seksi pertama di Kabupaten Bogor, hal tersebut juga mendapatkan tanggapan positif dari warga KotaSukabumi.
Seperti yang dikatakan, Dedi (40), salah seorang PNS di Kota Sukabumi. Menurutnya, pembanguan jalan tol yang diwacanakan sejak 17 tahun silam ini merupakan awal yang baik bagi kemajuan infrastruktur di Kota Sukabumi.
Akhirnya, dimulai juga pembangunan Bocimi dimulai. Mudah-mudahan proses pembangunannya berjalan lancar" ujar Dedi kepada Radar Sukabumi, kemarin (9/2).
Apalagi, lanjut dia, dari hari ke hari jalan utama yang menghubungkan Bogor-Sukabumi tidak bisa lagi diandalkan. Perjalanan kerap terkendala macet dan kondisi jalan yang rusak.
Makanya banyak juga yang lebih memilih menggunakan kereta. Meskipun lajunya tidak terlalu cepat, tapi lancar dan jarang tidak tepat waktu" kata dia.
Warga lainnya, Yopi Nuralam (27) mengatakan, pencanangan pembangunan Tol Bocimi harus dilakukan berkelanjutan. Dirinya berharap, pembangunan untuk seksi 2-4 bisa berjalan dengan cepat.
Saya menilai, ini gebrakan untuk pembangunan infrastruktur Bogor-Cianjur. Ini yang banyak diimpikan masyarakat setelah menunggu belasan tahun" kata warga Kecamatan Cikole ini.
Meski demikian, dirinya meminta pembangunan Jalan Tol Bocimi membuat pemerintah lupa untuk memperbaiki jalan penghubung Bogor-Sukabumi. Pasalnya, jalan tersebut masih menjadi akses utama untuk beberapa tahun ke depan.
Tol Bocimi baru dibangun dan akan selesai dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Tentunya jalan utama yang ada harus diperbaiki" kata dia.

Sementara itu, Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi yang juga hadir saat pencanangan menyatakan dukungannya terhadap pembangunan Tol Bocimi tersebut. Nantinya, pembangunan Tol Bocimi yang melewati Kota Sukabumi ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian daerah.

Usulan Hasil Reses Pertama Masa Sidang 2014-2015



USUL PROGRAM PEMBANGUNAN
UNTUK DAERAH PEMILIHAN
JAWA BARAT IV (KAB. SUKABUMI DAN KOTA SUKABUMI)


Nama Pengusul          : Heri Gunawan, SE.
Nomor Anggota          : A-346
Fraksi                          : Partai GERINDRA
Daerah Pemilihan       : Jawa Barat IV


Dalam masa reses pertama tahun sidang 2014-2015, masyarakat di Daerah Pemilihan Jawa Barat IV (Kab. Sukabumi dan Kota Sukabumi) menyampaikan usul dan tuntutan agar Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mendengarkan, mendukung dan memperjuangkan realisasi dari aspirasi sebagai berikut :

  1. Pembangunan jalan Tol BOCIMI (Bogor,Ciawi,Sukabumi) dalam memecahkan masalah kemacetan lalu lintas di jalur Jakarta-Sukabumi.
  2. Revitalisasi total pasar tradisional di Sukabumi, khususnya Pasar Pelita, yang selama 24 tahun belum pernah diperbaharui sama sekali.
  3. Perlunya penataan ulang sistem distribusi pupuk di daerah pedalaman Kab. Sukabumi yang harus memenuhi kriteria lima tepat: Tepat Waktu, Tepat Jenis, Tepat Harga, Tepat Alokasi dan Tepat  Dosis.
  4. Pembangunan jalan dan listrik, yang perlu mendapat perhatian serius baik dari pemerintah pusat maupun daerah, khususnya di Kec. Cidadap dan Cidolog.
  5. Pembangunan irigasi dan pencetakan sawah baru di Kab. Sukabumi yang menjadi faktor penting dalam mendukung program peningkatan beras nasional (P2BN).


Demikian usul ini disampaikan di Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk didengarkan, didukung dan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh sesuai Undang-Undang Dasar NRI 1945 dan semua peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Atas nama Kebangsaan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial.

Salam Indonesia Raya!


Jakarta, 14 Januari 2015




Heri Gunawan, SE.