Berjuang Bersama Gerindra dan Prabowo Subianto

Mengamalkan TRIDHARMA Kader Partai Gerindra : Berasal Dari Rakyat, Berjuang Untuk Rakyat, Berkorban Untuk Rakyat.

Heri Gunawan Seminar Nasional

Tantangan dan Peluang Bisnis bagi Generasi Milenial.

Jalan Santai

JHeri Gunawan Apresiasi Peluncuran Program Pemuda Pelopor Desa di Sukabumi

Kunjungan Ketua Umum GERINDRA

Prabowo Subianto Melakukan Kunjungan ke Sukabumi

Bantuan Hand Traktor

Heri Gunawan Memfasilitasi Bantuan 30 Unit Traktor Untuk Gapoktan di Kabupaten Sukabumi Pada Tahun 2015

Kunjungan Kerja BKSAP DPR RI Ke Australia

Heri Gunawan Sebagai Anggota BKSAP DPR RI saat berkunjung dan berdialog dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Australia

Tampilkan postingan dengan label PAsar Pelita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PAsar Pelita. Tampilkan semua postingan

Heri Gunawan: Kebakaran Pasar Penampungan Harus Jadi Catatan DPRD Kota Sukabumi


Heri Gunawan.info - Kebakaran pasar penampungan di Jalan Tipar Gede,Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Sabtu (9/11/2019) kemarin, mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Tak terkecuali dari Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Heri Gunawan.
Legislator senayan dari Dapil IV Sukabumi ini bahkan secara langsung meninjau lokasi kebakaran, yang hangus diamuk si jago merah dan ditemani Ketua DPRD Kota Sukabumi serta anggota DPRD dari Fraksi Gerindra yakni Kamal Suherman, Rionel Anditya dan Galuh Naufal.
Heri Gunawan mengaku prihatin dengan terbakarnya kios -kios milik masyarakat di penampungan sementara ini. Ia mendoakan agar para pedagang bisa bersabar dan menerima kejadian ini.
“Kebetulan saya lagi acara Maulid Nabi dan mendengar informasi ini. Saya berkoordinasi dengan dewan kota untuk melihat langsung kejadiannya seperti apa,” ujar Hergun.
Pria yang akrab disapa HG ini mengatakan, tentunya pihak kepolisian akan melidik kasus ini dan jangan sampai ada indikasi – indikasi tertentu. "Artinya Pasar Pelita yang tidak kunjung selesai jangan menjadi permasalahan di masyarakat," kata HG.
HG menegaskan kejadian ini tentu harus menjadi catatan-catatan anggota DPRD Kota Sukabumi, khususnya dari Partai Gerindra kepada Pemda Kota Sukabumi dan pihak terkait. Apalagi ini merupakan kejadian kali ketiga.
“Saya berharap ada sinergitas antara Pemkot Sukabumi dan DPRD Kota Sukabumi dengan menyelesaikan permasalahan pasar pelita,” pungkasnya.
Sementara itu Ketua DPRD Kota Sukabumi, Kamal Suherman menambahkan ini akan menjadikan catatan untuk ditindaklanjuti oleh DPRD Kota Sukabumi guna menyikapi beberapa kejadian kebakaran di eks Pasar Pelita

Reses, Anggota DPR Dapil Sukabumi Sidak Harga Sembako

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI—Harga sejumlah barang kebutuhan pokok masyarakat di pasaran masih tinggi. Hal ini berdasarkan pantauan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Heri Gunawan yang menggunakan masa resesnya dengan memantau harga sembako di pasar tradisional.

Dari pantauan di Pasar Pelita Kota Sukabumi, harga sembako yang cukup tinggi adalah cabai merah. Saat ini harga cabai merah mengalahkan harga daging ayam yakni Rp 90 ribu per kilogram. Sementara harga daging ayam per kilogramnya hanya Rp 27 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram. ‘’ Harga di pasaran memang tergantung pasokan dan permintaan barang,’’ ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Heri Gunawan kepada wartawan. Saat ini yang harganya cukup tinggi adalah cabai merah yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain.

Selain cabai sejumlah komoditas lainnya juga mengalami kenaikan harga seperti wortel dari Rp 8 ribu per kilogram menjadi Rp 10 ribu per kilogram. Sementara untuk komoditas daging harganya masih stabil. Harga daging sapi misalnya bervariasi antara Rp 95 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram. Sementara harga daging ayam mencapai kisaran Rp 27 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram.

Dari sidak ini pula terang Heri, ia mendapatkan informasi banyaknya retribusi yang harus dibayarkan para pedagang pasar. Akibatnya, para pedagang harus menanggung beban yang cukup besar setiap harinya. Selain komoditas barang pokok, komoditas lainnya yang mengalami kenaikan cukup tinggi adalah ikan asin. ‘’ Harga ikan asin naik cukup tinggi setelah ada kenaikan harga BBM,’’ ujar Cicah (45 tahun), pedagang ikan asin di Pasar Pelita. Dicontohkan dia, harga ikan sepat misalnya saat ini dijual Rp 80 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya hanya Rp 50 ribu per kilogram. 

Reporter : Riga Nurul Iman 
Redaktur : Erdy Nasrul

Komisi VI Sidak Stasion Dan Pasar Tradisional

[SUKABUMI]  Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Heri Gunawan melakukan inspeksi mendadak ke stasion kereta dan sejumlah pasar tradisional, serta pusat promosi kerajinan dan produk usaha kecil menengah di Sukabumi.

"Sidak yang saya lakukan ini selain melaksanakan reses, juga ingin mengetahui sejauhmana kesiapan pelayanan kepada masyarakat serta pengaruh ketersediaan dan harga barang pascanaiknya harga bahan bakar minyak atau BBM," kata Heri kepada Antara di Sukabumi, Minggu (14/12).

Menurutnya, dari hasil sidak ini ditemukan ada beberapa kejanggalan seperti jalur kereta api di dekat Stasion Sukabumi yang terhalang oleh pedagang kaki lima, adanya restribusi ilegal yang menjerat pedagang dan kondisi Pasar Pelita Kota Sukabumi yang sudah tidak layak digunakan.
Bahkan khusus untuk Pasar Pelita, keterangan dari pedagang pasar tradisional ini sudah 24 tahun belum pernah diperbaiki oleh pihak pengembang, insvestor atau pemerintah. Bahkan, kondisinya sudah parah dan rawan roboh serta kotor dan becek. Maka dari itu, hasil sidak ini akan menjadi bahan evaluasi pihaknya di DPR.

"Untuk pusat promosi produk UKM sudah bagus, namun untuk stasion dan pasar di Kota Sukabumi masih terlihat kumuh bahkan bisa dikatakan tidak layak khususnya pasar tradisional," tambahnya.

Heri juga akan berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia dan Pemkot Sukabumi untuk menertibkan jalur perlintasan KA agar tidak terganggu oleh PKL yang menggelar dagangannya di pinggi rel yang bisa membahayakan pedagang itu sendiri juga menghambat laju angkutan masal ini.

Rencananya, sidak ini tidak hanya akan dilakukan pada saat reses saja, tetapi secara rutin apakah setelah ada sidak ini ada pembenahan atau tidak dan akan dijadikan evaluasi di DPR nanti, apalagi Kota dan Kabupaten Sukabumi merupakan daerah pemilihannya pada pemilihan legislatif lalu.

Sementara, Kepala Stasion Sukabumi, Tasiman mengaku bahwa setiap KA Pangrango jurusan Sukabumi-Bogor akan melintas terhambat dan petugas harus selalu mengingatkan PKL agar tidak menggelar dagangan karena kereta akan melintas. Tetapi, setelah beberapa kali ditegur bahkan hingga saat ini PKL masih tetap membandel untuk menggelar dagangannya di perlintas KA. [Ant/L-8]

HG : Pasar Pelita Harus Segera Direvitalisasi

SIDAK: Anggota DPR RI dari Fraksi Gerinda Heri Gunawan bersama
anggota DPRD Kota dan Kabupaten Sukabumi melakukan tinjauan langsung ke
Pasar Pelita, Kecamatan Cikole, kemarin. Foto: Mulvi/radarsukabumi.
CITAMIANG – Pasar Pelita Kota Sukabumi yang sampai saat ini masih tidak karuan menjadi ‘makanan sehari-hari’ para pedagang dan pembeli setiap harinya. Revitalisasi perlu dilakukan segera agar salah satu pusat perbelanjaan di Kota Sukabumi ini lebih nyaman.

Keruwetan nampak jelas di Pasar Pelita, saat Anggota DPR RI dari Dapil IV Jawa Barat, Heri Gunawan mengunjungi pasar tersebut, kemarin (14/12). Lapak-lapak dan akses jalan sangat sempit, saluran air mampet sehingga membuat sebagian lantai di Pasar Pelita kondisinya becek dan bau.

Kepada Wartawan, Heri Gunawan menegaskan, revitalisasi Pasar Pelita mau tidak mau harus segera dilakukan. Jika dilihat dari perkembangan zaman, menurutnya Pasar Pelita sudah tidak laik. “Kayaknya, revitalisasi harus segera dilakukan. Sekarang kondisinya semrawut, pedagangnya berdesakan, aksesnya susah, tata letaknya juga tidak beraturan,” ujar politisi Partai Gerindra ini.

Heri Gunawan menambahkan, tata letak para pedagang di Pasar Pelita tidak teratur. Sejumlah pedagang ada yang berjejer di trotoar sehingga menghalangi toko-toko di depannya. Belum lagi pedagang bahan makanan basah yang disatukan dengan pedagang pangan kering.

“Saya yakin, pemilik toko-toko itu mengeluhkan kondisi pasar yang semrawut ini. Apalagi, pedagang-pedagang di pinggir toko itu juga berjualan barang yang sama dengan yang ada di dalam toko,” kata dia. Untuk menindaklanjuti hal ini, dirinya akan membicarakan hal ini di DPR RI bersama kementerian terkait. Diharapkan, pemerintah pusat bisa menyelesaikan permasalahan di Pasar Pelita.

“Makanya saya mengajak agar DPRD Kota, Provinsi dan RI serta Pemkot Sukabumi bersinergi. Supaya pasar ini segera diperbaiki,” kata dia. 

Sementara itu, salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Pelita berharap, revitalisasi tersebut dilakukan dengan memerhatikan kemampuan para pedagang. Pengelolaan pasar diharapkan bisa lebih baik dan harga kios tidak mencekik para pedagang. “Kalau pasarnya bagus, pembeli dan pedagang bisa tambah nyaman. Tapi harganya jangan terlalu mahal,” tutur dia. (mvi)

Sumber : Radar Sukabumi