Berjuang Bersama Gerindra dan Prabowo Subianto

Mengamalkan TRIDHARMA Kader Partai Gerindra : Berasal Dari Rakyat, Berjuang Untuk Rakyat, Berkorban Untuk Rakyat.

Heri Gunawan Seminar Nasional

Tantangan dan Peluang Bisnis bagi Generasi Milenial.

Jalan Santai

JHeri Gunawan Apresiasi Peluncuran Program Pemuda Pelopor Desa di Sukabumi

Kunjungan Ketua Umum GERINDRA

Prabowo Subianto Melakukan Kunjungan ke Sukabumi

Bantuan Hand Traktor

Heri Gunawan Memfasilitasi Bantuan 30 Unit Traktor Untuk Gapoktan di Kabupaten Sukabumi Pada Tahun 2015

Kunjungan Kerja BKSAP DPR RI Ke Australia

Heri Gunawan Sebagai Anggota BKSAP DPR RI saat berkunjung dan berdialog dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Australia

Tampilkan postingan dengan label Sukabumi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sukabumi. Tampilkan semua postingan

Raih Penghargaan Tokoh Peduli Daerah, Hergun: Terimakasih Relawan dan Konstituen


JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)- Anggota Komisi XI DPR RI, Heri Gunawan berhasil meraih penghargaan dalam ajang Teropong Parlemen Award 2020 untuk kategori Tokoh Peduli Daerah.
Teropong Parlemen Award (TPA) 2020 di selenggarakan di Baliroom, Hotel Indonesia Kempinski, Thamrin, Jakarta, Senin (16/3/2020) malam. 
Berdasarkan hasil riset yang dilakukan Tim Riset Teropong Senayan serta didukung penilaian tiga juri berlatar belakang peneliti politik dan akademisi, Heri menjadi salah satu anggota Dewan periode 2019-2024 yang dinilai dapat menjembatani kebutuhan pusat dan daerah, dan mempunyai tokoh kedaerahan yang kuat.
"Saya tidak pernah menduga hal ini, saya merasa terhormat dapat menerima penghargaan dari Teropong Parlemen Award sebagai ‘Tokoh Peduli Daerah’. tuturnya.
Heri pun tak lupa bahwa apa yang telah diraihnya merupakan buah kerja keras tim relawan dan  kepercayaan yang diberikan konstituennya selama ini.
"Terimakasih atas penghargaan serta apresiasinya. Saya sampaikan kepada seluruh team Rumah Aspirasi & Inspirasi Heri Gunawan, Relawan Manuk Dadali, para relawan lainnya, dan seluruh simpatisan, kader dan pengurus Partai Gerindra Kota dan Kabupaten Sukabumi, kader dan sayap partai serta pengurus, masyarakat dan awak media untuk terus setia berjuang dan bekerja nyata bersama rakyat," ujar Hergun.
Semoga, harap ketua DPP Gerindra itu, penghargaan ini menjadi motivasi untuk tetap amanah dan Istiqomah.
"Terus bersuara untuk rakyat serta berbuat untuk Sukabumi lebih baik untuk Indonesia Adil Makmur dan Sejahtera," pungkasnya. (Bng)

Heri Gunawan Dianugerahi Penghargaan Teropong Parlemen Award 2020

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Heri Gunawan dianugerahi penghargaan Teropong Parlemen Award 2020 kategori Tokoh Peduli Daerah di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Senin (16/3/20)

JAKARTA – Satu kebanggaan bagi warga Kota dan Kabupaten Sukabumi memiliki wakil rakyat yang peduli terhadap daerahnya, atas dinobatkan Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Heri Gunawan sebagai “Tokoh Parlemen Peduli Daerah”, pada Acara bertajuk “Teropong Parlemen Award (TPA) 2020”  di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Senin (16/3/2020), malam.
“Saya tidak pernah menduga akan dianugerahi penghargaan ini. Yang pasti ini akan menjadi motivasi untuk terus dan terus berkarya nyata untuk Sukabumi tercinta,” kata Heri Gunawan kepada Radar Sukabumi, usai penerimaan penghargaan untuk kriteria Tokoh Parlemen Peduli Daerah, Senin (16/3).
Penilaian kinerja dan kiprah Heri Gunawan ini ada beberapa indikator, diantaranya memiliki ketokohan yang kuat di daerah, memperjuangkan penyelesaian persoalan daerah serta menjembatani kebutuhan daerah dan pusat.
Dan, dari hasil penilaian dari dewan juri, Margarito Kamis, Hendri Satrio dan Dedi Kurnia Syah ini semua kriteria ada di politisi dari Dapil Sukabumi ini.
“Terima kasih dan penghargaan serta apresiasi saya sampaikan kepada seluruh team Rumah Aspirasi dan Inspirasi Heri Gunawan,” kata Wakil Ketua Fraksi Gerindra ini.
Dan, tidak lupa pula, kata Hergun-sapaan akrab Heri Gunawan-, terima kasih juga untuk Relawan Manuk Dadali, para relawan lainnya dan seluruh simpatisan, kader dan sayap partai serta pengurus Partai Gerindra Kota dan Kabupaten Sukabumi, masyarakat dan awak media untuk terus setia berjuang dan bekerja nyata bersama rakyat.

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Heri Gunawan dianugerahi penghargaan Teropong Parlemen Award 2020 kategori Tokoh Peduli Daerah di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Senin (16/3/20)

“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk tetap amanah dan istiqomah, terus bersuara untuk rakyat serta berbuat untuk Sukabumi lebih baik, untuk Indonesia adil makmur dan sejahtera,” harap Hergun.

Ketua panitia acara, Sahlan mengatakan, TPA 2020 ini digelar berangkat dari niat mulia, yakni untuk menghargai kerja keras anggota parlemen masa bakti priode 2019-2024.
“Kami menyebutnya parlemen, karena di dalamnya ada DPR, MPR, dan DPD RI,” katanya.
Menurut Sahlan, sebuah kerja keras wakil rakyat periode 2019-2020 sudah selayaknya dihargai dan diapresiasi.
“Tentu dengan segala kelebihan dan kewenangan yang dimiliki. Dalam pandangan kami, para pimpinan dan anggota parlemen telah berusaha bekerja maksimal untuk rakyat dan bangsa Indonesia,” ucap sahlan.
Terdapat sejumlah nama anggota dan pimpinan parlemen yang masuk daftar kandidat penerima Teropong Parlemen Award (TPA) 2020. Tentunya nama-nama itu tidak muncul tanpa sebab.
“Masing-masing nama tersebut kami nominasikan berdasarkan data dan analisa tim kami dan diperkuat oleh penilaian tiga juri dari peneliti politik dan akademisi,” jelasnya.(bal)

Anggota Badan Kajian MPR RI Heri Gunawan, Bahas Ketatanegaraan Bareng HMI Sukabumi


JURNALSUKABUMI.COM – Anggota Badan Kajian Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Heri Gunawan menggelar acara jaring aspirasi bareng Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sukabumi di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI), Selasa (10/03/20).
Acara yang dilaksanakan bareng komisariat HMI Sukabumi ini bertema “Urgensi Bentuk Hukum dan Penegakannya Serta Sistem Pokok-pokok Haluan Negara” hal ini menyoal peran Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI dalam menguatkan ideologi ketatanegaraan di Indonesia. Badan Pengkajian MPR sebagai salah satu alat kelengkapan MPR, memiliki tugas diantaranya antara lain, “Mengkaji sistem ketatanegaraan, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta pelaksanaannya.
”Untuk itu diperlukan penjaringan aspirasi, masukan dan kajian secara mendalam terhadap substansi dan bentuk hukum Pokok-Pokok Haluan Negara Indonesia secara utuh dari berbagai elemen, diantaranya aktivis HMI di Sukabumi,” ungkap Heri Gunawan.
Menurut Heri Gunawan, dalam acara dialog interaktif dengan aktivis HMI di Sukabumi ini, terkait perubahan fungsi GBHN yang digantikan dengan model sistem perencanaan pembangunan nasional, memungkinkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dilaksanakan secara tidak konsisten dalam setiap periode pemerintahan karena didasarkan kepada visi dan misi Presiden/Wakil Presiden terpilih dalam pemilihan umum, yang masing-masing dapat memiliki visi dan misi yang berbeda dalam setiap periode pemerintahan.
“Demikian pula antara sistem perencanaan pembangunan nasional dan sistem perencanaan pembangunan daerah, kemungkinan berpotensi terjadi ketidakselarasan pembangunan, mengingat sistem perencanaan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tidak terikat untuk mengacu pada sistem perencanaan pembangunan menengah nasional (RPJMN), mengingat visi dan misi Gubernur/Bupati/Walikota mungkin dapat berbeda dengan Visi dan Misi Presiden dan Wakil Presiden terpilih,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisariat HMI Sukabumi Dede Irfan mengatakan, kegiatan bareng Anggota MPR RI Heri Gunawan ini menjadi masukan dan gagasan untuk dibahas lebih lanjut dalam organisasinya.
Inkonsistensi arah dan kebijakan pembangunan antara jenjang nasional dan daerah (sub-nasional) berpotensi menghasilkan program-program pembangunan yang tidak saling mendukung. Yang hampir pasti, inkonsistensi antar-jenjang dan antar-wilayah, berakibat inefisiensi penggunaan sumber daya pembangunan nasional.
“Bahkan bukan hanya soal ketatanegaraan saja, juga termasuk motivasi kepada para aktivis HMI Sukabumi”. pungkasnya.
Reporter: Hendi
Redaktur: FK Robbi

Heri Gunawan Ajak BI, Awasi Perkembangan Uang Digital


Sukabumi,SNews,- Komisi XI DPR RI, Bank Indonesia, Dan Rumah Aspirasi Heri Gunawan menggelar Seminar keuangan, bertemakan meningkatnya Penetrasi terhadap Fasilitas Pembayaran Elektronik melalui Quick Respon Indonesia Standar ( QRIS ). Kepada Mahasiswa Perguruan Tinggi Syamsul Ulum di Aula KH Ahmad Sanusi selasa (10/3/2020).
Anggota Komisi XI Heri Gunawan mengatakan. Kebutuhan QRIS saat ini sudah menjadi gaya hidup khususnya di kalangan milenials, tidak hanya di kota kota besar saja, namun demikian sudah merambah ke daerah daerah.
” Didaerah ini kan sudah mulai berkembang seiring perkembangan zaman, dengan berdiri mall, supermarket, mereka yang bertransaksi, tidak lagi menggunakan uang tunai atau fisik, namun sudah menggunakan cashlees dalam artian QR Code.
“Misalnya kita berbelanja roko di supermaket itu ada barcode, nah barcode itu kan peka dan sudah tersistem dua dimensi sehingga dari segi keamananya sudah terjamin,”bebernya.
Masih Kata Hergun Sapaan akrab Heri Gunawan menambahkan. Salah satu transaksi QRIS ini tidak bisa kita hindari lagi, masyarakat di daerah daerah terpencil atau jauh dari ibu kota uang kartal masih digunakan dipegang tapi untuk wilayah – wilayah ibu kota provinsi bahkan di gerai gerai besar pembelian sudah tidak memakai kembalian lagi karena sudah tersistem.
“Tidak menutup kemungkinan eks kedepan, seperti pom bensin, ojeg online dan pesan antar makanan sudah tidak menggunakan lagi uang kartal dalam artian penggunaaan uang kartal berkurang,”beber Heri Gunawan.
Lebih lanjut Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan. Saat ini mau tidak mau generasi milenials harus bisa beradaptasi.
“Makanya kami hari ini memberikan sosialisasi tentang hal ini, agar para mahasiswa bisa lebih cerdas, peka dalam menghadapi perkembangan keuangan digitalisasi ini.
Meski kebutuhan seperti transaksi – transaksi cashless untuk di daerah masih kurang, namun demikian rupiah harus bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman, karena transaksi itu tidak harus serta merta kartas, Rupiah tidak serta merta dengan transaksi itu.
“Jadi lanjut Heri menjelaskan. Permasalahan ini harus kita beri tahu kepada generasi muda kita agar mereka melek, jangan sampai teman – teman di Sukabumi tidak faham dan ini merupakan tanggung jawab saya untuk menyampaikan seperti itu sehingga kami gandeng kawan kawan Bank Indonesia untuk menyampaikanya,”jelas Heri Gunawan.
Sementara itu menurut Asisten Direktur Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Setian menjelaskan. Sejak dilaunching pada 17 Agustus 2019 lalu, penggunaan QRIS ini oleh kalangan milenials sudah jutaan orang. Dan untuk jawa barat sendiri sudah enam ratusan pengguna.
“Jadi QRIS ini disambut baik oleh kalangan milenials, karena mau tidak mau QRIS ini berhubungan dengan handpone jadi kaum milenials sudah melek dengan teknologi seperti itu.
Tian menambahkan BI saat ini mengikuti perkembanhan zaman, dari budaya berbelanja dengan kartal dirubah mindset dari tunai ke elektronik. Meski demikian pihaknya mengakui bahwa hal tersebut merupakan tantangan bagi bank Indonesia,”katanya.
Repoter : Riyaman
Editor  :  jay

Hergun Ajak Masyarakat Lestarikan Alam


WARUNGKIARA — Dalam rangka sebagai wujud melestarikan alam, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Heri Gunawan melakukan tebar benih ribuan ikan dan bibit pohon di kawasan objek sisata Situ Halimun, Desa/Kecamatan Warungkiara, pada akhir pekan. Sabtu (7/3).
“Sebanyak 100.000 lebih benih ikan jenis nilem dan ratusan bibit pohon buah- buahan telah ditanam di lokasi objek wisata ini,” jelas Heri Gunawan (Hergun) kepada Radar Sukabumi, Sabtu (8/3).
Kegiatan sosial terebut, sambung Hergun, merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukannya dari bagian kegiatan reses.


“Iya, kami selalu turun kelapangan. Selain untuk menampung aspirasi masyarakat juga untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya,” paparnya.

WARUNGKIARA — Dalam rangka sebagai wujud melestarikan alam, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Heri Gunawan melakukan tebar benih ribuan ikan dan bibit pohon di kawasan objek sisata Situ Halimun, Desa/Kecamatan Warungkiara, pada akhir pekan. Sabtu (7/3).
“Sebanyak 100.000 lebih benih ikan jenis nilem dan ratusan bibit pohon buah- buahan telah ditanam di lokasi objek wisata ini,” jelas Heri Gunawan (Hergun) kepada Radar Sukabumi, Sabtu (8/3).
Kegiatan sosial terebut, sambung Hergun, merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukannya dari bagian kegiatan reses.

“Iya, kami selalu turun kelapangan. Selain untuk menampung aspirasi masyarakat juga untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya,” paparnya.
Untuk menjaga ekosistem alam dan keindahan panorama alamnya, ia meminta kepada seluruh stakehoalder, mulai dari masyarakat, pengelola wisata, pemerintah desa, kecamatan dan pemerintah daerah agar bersama-sama menjaga objek wisata Situ Halimun tersebut.
“Sehingga, keberadaannya dapat menjadi daya tarik para wisatawan, baik lokal maupun domestik,” imbuhnya.
(den/d)

Hergun Gandeng BI, Gairahkan Pelaku Wirausaha Pemula di Sukabumi


Bank Indonesia (BI) dan Anggota DPR RI Heri Gunawan, genjot wawasan ratusan Pelaku Ekonomi yang tergabung dalam Ratusan Wirausaha Pemula (WP) di wilayah, Sukabumi, Jawa Barat.
SUKABUMI I Informasi yang dihimpun, kegiatan ekonomi yang digagas Legislator besutan Prabowo Subianto, dengan menghadirkan Bank Indonesia, di Hotel Horison, Kota Sukabumi, Jumat (31/01/20) kemarin.
Heri menegaskan, jika pemerintah ingin menggenjot pertumbuhan ekonomi lebih meningkat, harus memberikan menyertakan komponen UMKM secara gabungan.
“Skala kegiatan ekonomi UMKM di Indonesia, sangat memberikan kontribusi sebesar Rp 7.705 triliyun atau sekitar 55,6% terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Sumbangsih UMKM bahkan berperan langsung secara strategis dan memberi peningkatan cukup signifikan dalam penyerapan tenaga kerja hingga 97,05% (116,63 Juta Jiwa)” jelas Anggota DPR RI Komisi XI Hergun, sapaan akrabnya.
Menurut Hergun, keberadaan para UMKM harus berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Para UMKM harus diberi porsi yang bisa menopang perekonomian. Kehadiran para pelaku UMKM, tentunya merupakan bagian terpenting dalam perekonomian di Indonesia. Pasalnya, UMKM salah satu penggerak terbesar di Indonesia.
“Meski perbandingan jumlah unit usaha besar tercatat +/-10.000 kali lebih sedikit dari jumlah unit sektor usaha UMKM yang sebesar 99,99% (62,9 Juta unit), jumlah diatas dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia.
“Berdasarkan data UMKM di Indonesia, bentuk piramida kelas unit usaha komposisinya, dirasakan masih kurang proforsional, ketimpangan dan jauhnya perbedaan dimana jumlah unit usaha mikro 62,1 juta unit. Usaha kecil dengan 757 ribu unit, dan usaha menengah dengan 58 ribu unit serta usaha besar yang hanya 5 ribu unit saja,” ungkap Hergun.
Dari hasil simulasi pada Kementerian Koperasi dan UMKM, Hergun membeberkan, setiap kenaikan kelas unit usaha sektor UMKM sebesar 2,5%, itu dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi domestik hingga diangka Rp 468 Trilyun.
“Dampak besar dari kenaikan skala ekonomi, diasumsikan oleh Pemerintah dapat dilakukan dengan cara korporatisasi UMKM. Dimana, dengan menaikkan kelas-kelas yang ada di sektor UMKM hingga akhirnya menjadi bentuk usaha berbadan hukum,” kata Hergun, yang juga sebagai Ketua DPP Partai Gerindra.
Melihat pelaku usaha mikro di Sukabumi, tercatat sebanyak 21.004 ribu pengusaha kecil, 2.737 dan usaha menengah sebanyak 418 unit. Dengan kendala utama para UMKM saat ini adalah, kurangnya akses ke lembaga keuangan, pasar yang makin sulit. Sehingga, perlu peranan penting dan langkah nyata, kepada keberpihakan stakeholder yang ada di Sukabumi terhadap para UMKM tersebut.
“Diharapkan dengan ditopang partisipasi dari seluruh stakeholder yang ada. Melalui pengembangan UMKM dengan menitik beratkan pada kluster pembangunan ekonomi kerakyatan, mandiri dan berkepribadian, Bisa mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi di Sukabumi dan tentunya menggerakkan roda perekonomian Indonesia kearah kemajuan,” kata Hergun.
Ditempat yang sama, Direktur Eksekutif Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko mengatakan, program WP merupakan kesempatan luar biasa yang harus dimanfaatkan. BI terus membantu UMKM hingga ke tingkat daerah seperti halnya atas dorongan DPRRI Heri Gunawan di Sukabumi.
“Niat kami (BI) untuk berusaha dan bekerja keras, untuk memberikan keterampilan berusaha di bidang tertentu, semua itu harus terus didorong dan dikawal bersama, kami hadir disini untuk membantu para pelaku UMKM di Sukabumi,” jelasnya.
BI telah melakukan verifikasi dan mengcek ke lapangan, ternyata hasil verifikasi tim para pelaku UMKM di Sukabumi, pertumbuhnya sangat pesat.

“Selain keterampilan dan permodalan juga distibusi atau marketing yang bagus. Kami mengharapkan, di kondisi kesulitan ekonomi, para pejuang ekonomi yang hadir disini, akan terus mengalami pertumbuhan yang signifikan,” harap dia.

Di Sukabumi : Legislator Gerindra Bersama BI, Dongkrak Perekonomian di Kalangan Wirausaha Pemula

Anggota DPR RI Heri Gunawan, gandeng Bank Indonesia (BI), untuk tingkatkan kemampuan ratusan Pelaku Ekonomi yang tergabung dalam Ratusan Wirausaha Pemula (WP) di Sukabumi.
Sukabumi | Kegiatan ekonomi yang digagas Legislator besutan Prabowo Subianto, dengan menghadirkan Bank Indonesia, di Hotel Horison, Kota Sukabumi, Jumat (31/01/20) kemarin.
“Saat ini pertumbuhan ekonomi di Indonesia, masih menunjukkan diangka 5.02% dengan ditopang pertumbuhan agregat daerah. Pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat 5.14% dan Sukabumi diangka rata-rata 5.5%,” ujar Heri Gunawan.
Heri menegaskan, jika pemerintah ingin menggenjot pertumbuhan ekonomi lebih meningkat, harus memberikan menyertakan komponen UMKM secara gabungan.
“Skala kegiatan ekonomi UMKM di Indonesia, sangat memberikan kontribusi sebesar Rp 7.705 triliyun atau sekitar 55,6% terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Sumbangsih UMKM bahkan berperan langsung secara strategis dan memberi peningkatan cukup signifikan dalam penyerapan tenaga kerja hingga 97,05% (116,63 Juta Jiwa)” jelas Anggota DPR RI Komisi XI Hergun, sapaan akrabnya.

Dari hasil simulasi pada Kementerian Koperasi dan UMKM, Hergun membeberkan, setiap kenaikan kelas unit usaha sektor UMKM sebesar 2,5%, itu dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi domestik hingga diangka Rp 468 Trilyun.
“Dampak besar dari kenaikan skala ekonomi, diasumsikan oleh Pemerintah dapat dilakukan dengan cara korporatisasi UMKM. Dimana, dengan menaikkan kelas-kelas yang ada di sektor UMKM hingga akhirnya menjadi bentuk usaha berbadan hukum,” kata Hergun, yang juga sebagai Ketua DPP Partai Gerindra.
Melihat pelaku usaha mikro di Sukabumi, tercatat sebanyak 21.004 ribu pengusaha kecil, 2.737 dan usaha menengah sebanyak 418 unit. Dengan kendala utama para UMKM saat ini adalah, kurangnya akses ke lembaga keuangan, pasar yang makin sulit. Sehingga, perlu peranan penting dan langkah nyata, kepada keberpihakan stakeholder yang ada di Sukabumi terhadap para UMKM tersebut.
“Diharapkan dengan ditopang partisipasi dari seluruh stakeholder yang ada. Melalui pengembangan UMKM dengan menitik beratkan pada kluster pembangunan ekonomi kerakyatan, mandiri dan berkepribadian, Bisa mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi di Sukabumi dan tentunya menggerakkan roda perekonomian Indonesia kearah kemajuan,” kata Hergun.
Ditempat yang sama, Direktur Eksekutif Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko mengatakan, program WP merupakan kesempatan luar biasa yang harus dimanfaatkan. BI terus membantu UMKM hingga ke tingkat daerah seperti halnya atas dorongan DPRRI Heri Gunawan di Sukabumi.
“Niat kami (BI) untuk berusaha dan bekerja keras, untuk memberikan keterampilan berusaha di bidang tertentu, semua itu harus terus didorong dan dikawal bersama, kami hadir disini untuk membantu para pelaku UMKM di Sukabumi,” tandas dia.Menurut Hergun, keberadaan para UMKM harus berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Para UMKM harus diberi porsi yang bisa menopang perekonomian. Kehadiran para pelaku UMKM, tentunya merupakan bagian terpenting dalam perekonomian di Indonesia. Pasalnya, UMKM salah satu penggerak terbesar di Indonesia.

“Meski perbandingan jumlah unit usaha besar tercatat +/-10.000 kali lebih sedikit dari jumlah unit sektor usaha UMKM yang sebesar 99,99% (62,9 Juta unit), jumlah diatas dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia.
“Berdasarkan data UMKM di Indonesia, bentuk piramida kelas unit usaha komposisinya, dirasakan masih kurang proforsional, ketimpangan dan jauhnya perbedaan dimana jumlah unit usaha mikro 62,1 juta unit. Usaha kecil dengan 757 ribu unit, dan usaha menengah dengan 58 ribu unit serta usaha besar yang hanya 5 ribu unit saja,” ungkap Hergun.

Ratusan “Pahlawan Ekonomi” Digenjot DPR RI Heri Gunawan dan Bank Indonesia


JURNALSUKABUMI.COM – Sebanyak ratusan pahlawan ekonomi yang tergabung Wirausaha Pemula (WP) digenjot Bank Indonesia (BI) dan Anggota DPR RI Heri Gunawan, di Hotel Horison, Kota Sukabumi, Jumat (31/01/20).
Anggota DPR RI Heri Gunawan mengatakan, hari ini pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menunjukan diangka 5.02% dan ditopang pertumbuhan agregat daerah. Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat 5.14% dan Sukabumi diangka rata-rata 5.5%. Jika pemerintah ingin menggenjot pertumbuhan ekonomi lagi, harus menyertakan komponen UMKM karena secara gabungan.
“Skala kegiatan ekonomi UMKM di Indonesia memberikan kontribusi sebesar Rp 7.705 trilyun atau sekitar 55,6% terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Sumbangsih UMKM bahkan juga berperan langsung secara strategis dan signifikan dalam penyerapan tenaga kerja hingga 97,05% (116,63 Juta Jiwa) ” ungkap Anggota DPR RI Komisi XI Heri Gunawan, kepada jurnalsukabumi.com.
Menurut Ketua DPP Partai Gerindra Heri Gunawan, UMKM harus berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi itu sendiri. UMKM harus diberi porsi. Kehadiran para pelaku di usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan bagian terpenting dalam perekonomian di Indonesia karena menjadi salah satu penggerak terbesar di Indonesia.
Meskipun begitu, perbandingan jumlah unit usaha besar tercatat +/-10.000 kali lebih sedikit dari jumlah unit sektor usaha UMKM yang sebesar 99,99% (62,9 Juta unit) dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia.
“Berdasarkan data UKM Indonesia, bentuk piramida kelas unit usaha komposisinya dirasakan masih kurang proporsional karena ketimpangan dan jauhnya perbedaan dimana jumlah unit usaha mikro 62,1 juta unit, usaha kecil dengan 757 ribu unit, dan usaha menengah dengan 58 ribu unit serta usaha besar yang hanya 5 ribu unit saja,” jelasnya.
Dari hasil simulasi pada Kementerian Koperasi dan UMKM, setiap kenaikan kelas unit usaha sektor UMKM sebesar 2,5% dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi domestik hingga Rp 468 Trilyun.
“Dampak yang begitu besar dari kenaikan skala ekonomi tersebut diasumsikan oleh Pemerintah dapat dilakukan dengan cara korporatisasi UMKM yaitu menaikkan kelas-kelas yang ada di sektor UMKM hingga akhirnya menjadi bentuk usaha berbadan hukum dengan skala kegiatan yang lebih besar dan kuat dari sisi keuangan, operasional maupun pemasaran,” katanya.
Di Sukabumi pelaku usaha mikro tercatat sebanyak 21.004, pengusaha kecil 2.737 dan usaha menengah sebanyak 418 unit. Dengan kendala utama rerata UMKM saat ini adalah akses ke lembaga keuangan dan pasar yang makin sulit, sehingga pentingnya langkah nyata keberpihakan stakeholder yang ada di Sukabumi terhadap UMKM.
“Diharapkan partisipasi dari seluruh masyarakat dan didukung oleh sinergi dari seluruh stakeholder yang ada. Diantaranya melalui pengembangan UMKM dengan menitik beratkan pada kluster pembangunan ekonomi kerakyatan, mandiri dan berkepribadian, dapat mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Sukabumi dan menggerakkan roda perekonomian Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan, program WP merupakan kesempatan luar biasa. Bank indonesia membantu UMKM hingga ke tingkat daerah seperti halnya atas dorongan DPRRI Heri Gunawan di Sukabumi.
“Niat kita untuk berusaha dan bekerja keras itu tidak cukup. Keterampilan berusaha di bidang tertentu harus terus didorong dan dikawal bersama, kami hadir membantu UMKM di Sukabumi,” jelasnya.
Atas dorongan dan kegigihannya ratusan pahlawan ekonomi ini, telah dilakukan verifikasi dan cek lapangan, sehingga kedepannya UMKM bertumbuh pesat di Sukabumi. Selain keterampilan dan permodalan juga distibusi atau marketing yang bagus.
“Kami mengharapkan bahwa pejuang ekonomi yang hadir ini akan terus tumbuh menekan gejolak ekonomi warga yang semakin sulit,” pungkasnya.

Hergun “Turun Gunung”, 29 Jaringan Relawan Prabowo-Sandi Rapatkan Barisan Menangkan Jagoan Gerindra di Pilkada Sukabumi

Puluhan jaringan relawan Prabowo-Sandi kembali ke Roemah Djoeang sokong jagoan Gerindra di Pilkada Sukabumi.

JURNALSUKABUMI.COM – Menjelang Pilkada Kabupaten Sukabumi 2020, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mulai memanaskan mesin partainya. Gebrakan awal, diinisiasi anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan sebanyak 29 jaringan relawan Prabowo-Sandi kembali ke Roemah Djoeang Dewan Komando Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat IV, meliputi Kota dan Kabupaten Sukabumi untuk bersilaturhami serta menguatkan dan merapatkan barisan.

 Puluhan jaringan relawan Prabowo-Sandi yang dikenal loyal dan solid serta sudah membuktikannya dengan memenangkan Partai Gerindra di Pileg dan Pilpres di Sukabumi tersebut berkonsolidasi di Rumah Aspirasi dan Inspirasi Heri Gunawan (RAI-HG), Jalan Arif Rahman, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Sabtu (18/1/2020).

 Pantauan jurnalsukabumi.com, selain perwakilan pengurus relawan jaringan Prabowo-Sandi, dalam pertemuan itu terlihat jajaran pengurus DPC Partai Gerindra, dan anggota DPRD Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi.

 Selain itu, tampak juga Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Bappda) Kabupaten Sukabumi, Usep Wawan dan Pengarah Bappda, Agus Firmansyah.

 Hadir juga 11 kandidat bupati-wakil bupati dari internal partai, di antaranya Ketua DPC Partai Gerindra yang menjabat Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara, Ade Dasep, dan Yoyok Hendrayana.



Diketahui, Partai Gerindra merupakan jawara Pileg 2019 dengan menghantarkan 9 kadernya di kursi DPRD Kabupaten Sukabumi.

Dengan raihan sembilan kursi, partai besutan Prabowo Subianto ini menduduki kursi ketua DPRD. 

Begitupun di Pilpres, pasangan Prabowo-Sandi di Kabupaten Sukabumi mendulang sebanyak 1.012.116 suara atau 71.64 persen, sementara rivalnya Jokowi-Amin hanya memperoleh 400.644 suara atau 28.35 persen.


Puluhan jaringan relawan Prabowo-Sandi kembali ke Roemah Djoeang sokong jagoan Gerindra di Pilkada Sukabumi.

“Kami mengumpulkan awal 29 jaringan relawan Prabowo – Sandi dari 62 jaringan dengan tujuan menguatkan kembali arah dukungan Pilkada 2020 agar Gerindra menjadi pemenang,” ungkap Ketua DPP Partai Gerindra yang akrab disapa HG alias Hergun ini.

 Ditegaskan Hergun, kembalinya puluhan jaringan relawan kembali ke Roemah Djoeang menjawab semua kegamangan arah mereka dalam menghadapi kontelasi Pilkada Kabupaten Sukabumi.

Hergun menilai, keberadaan puluhan jaringan relawan Prabowo-Sandi itu kuat dan masih mengakar hingga ke akar rumput.

 “Puluhan jaringan relawan Prabowo-Sandi adalah kekuatan elektoral dan basis massa yang masih kuat. Dengan kembali ke Roemah Djoeang kita duduk bersama dan menyamakan visi misi, persepsi hadapi Pilkada,” paparnya.



Ketua Gerakan Nasional Cinta Prabowo (GNCP) Kabupaten Sukabumi, Christina Natalia menuturkan, kembalinya ke Roemah Djoeang ini untuk menguatkan dan mengikuti petunjuk dan arahan Roemah Djoeang (Hergun) menjelang Pilkada Kabupaten Sukabumi 2020.

“Kami kembali ke Roemah Djoeang persiapan menghadapi Pilkada Sukabumi. Kami bersama emak – emak militan menunggu arahan dan sepakat atas keputusan partai, siapapun yang diusung partai harus menang di Pilkada nanti,” tandasnya.

 Puluhan jaringan relawan Prabowo – Sandi yang hadir di antaranya Komando Macan Asia (Komasa), Gerakan Relawan Pandu Garuda (GRPG) 08, BEB, Jasma, PAD, RSI, PASTI 2019, Kopasandi, DPD Sang Prabu, Macan Asia Indonesia, Sahabat Padi Indonesia (SPI), RPPS, Pandawa, Komando RD-PS, Relawan Manuk Dadali, RDAI HG, FKPPBM Baret Merah, DMPR PADI, dan GNCP.



Sumber :https://jurnalsukabumi.com/2020/01/18/hergun-turun-gunung-29-jaringan-relawan-prabowo-sandi-rapatkan-barisan-menangkan-jagoan-gerindra-di-pilkada-sukabumi/







Yudha Turun di Pilkada Sukabumi, HG Minta Kader Jangan Dukung Figur Diluar Mekanisme Gerindra





SUKABUMIUPDATE.com - Salah satu Ketua DPP Partai Gerindra sekaligus anggota DPR RI, Heri Gunawan, menegaskan kepada seluruh dewan Partai Gerindra, struktur partai di semua tingkatan termasuk sayap partai, relawan dan simpastisan agar tidak mendukung figur lain selain dari calon Partai Gerindra di Pilkada 2020 Sukabumi. 

Seperti diketahui, Ketua DPC Partai Gerindra Sukabumi, Yudha Sukmagara akhirnya mendaftarkan diri, maju sebagai Bakal Calon Bupati/Wakil Bupati Sukabumi di Pilkada 2020. Yudha maju melalui partainya sendiri, Partai Gerindra di akhir masa penjaringan, Rabu (15/1/2020) malam.

"Saya berharap jangan bersuara dukungan kepada calon lainnya, diluar calon dari Partai Gerindra dalam kontelasi dan kontestasi Pilkada yang menjadi ranah DPP," ujar Heri Gunawan kepada sukabumiupdate.com, Kamis (16/1/2020). 

Menurut pria yang akrab disapa HG ini menjelaskan, dengan daftarnya Ketua DPC Gerindra Kabupten Sukabumi di bursa Pilkada 2020, Gerindra akan coba memainkan peran strategis. Apalagi begitu banyak calon-calon kepala daerah/wakil yang potensial, walaupun masih relatif ‘malu-malu’ untuk tampil kepermukaan.
"Sebagai partai pemenang Pemilu di Sukabumi, rasanya tidak berlebihan jika Gerindra harus memenangkan kontelasi dan kontestasi Pilkada tersebut," terangnya.

Kontelasi dan kontestasi Pilkada, sambung HG masih berproses sangat dinamis, perjalanan masih panjang. "Keep calm dan cool saja. DPP belum mengambil sikap, semua masih sangat terbuka," tururnya.

Sambil berjalan dan seiring waktu, HG mengajak berhitung, sebab pendaftaran Balon Pilkada akan dimulai Juni 2020 mendatang. "Kita lihat, tonton dan berikan masukan juga kita analisa bersama secara realistis. Mau kemana dan akan di mana Gerindra berada," imbuhnya.

"Mari kita menunggu moment yang tepat, bukan pukulan yang keras yang menghabiskan energi, tapi pukulan yang tepat sasaran untuk memenangkan kontelasi dan kontestasi Pilkada 2020 guna Sukabumi lebih baik," tandasnya.
Masuknya Yudha menambah bursa bakal calon yang masuk penjaringan Badan Pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (BAPDA) DPC Partai Gerindra menjadi 25 orang. 

Tadi malam, Rabu (15/1/2020) Ketua BAPDA DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi, Usep Wawan mengungkapkan, hari ini merupakan hari terakhir untuk pendaftaran bakal calon Bupati/Wakil Bupati di Partai Gerindra. Setelah ini, pihaknya akan bertemu dengan DPD Gerindra Jawa Barat.

"Selanjutnya saya dan Ketua DPC diundang oleh Ketua DPD Gerindra Jawa Barat pada 17 Januari 2020. Setelah kami dari BAPDA menyampaikan beberapa pertimbangan, partai yang akan menentukan, apakah Gerindra maju di F1 atau F2. Malam ini saya dari BAPDA dengan DPC akan mengolah, karena dari 25 itu ada calon yang diunggulkan, kami harus menyampaikan tiga calon unggulan, walaupun nanti 25 semuanya dikirim," jelas Usep.

Sanjungan Heri Gunawan atas Hadirnya Kampung Wisata Amarayah Sukabumi


Heri Gunawan.info - Wakil Ketua Fraksi Gerindra pada DPR RI Heri Gunawan mengapresiasi atas hadirnya Kampung Wisata Amarayah yang berlokasi di Kelurahan/Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.

Hadirnya Kampung Wisata Sukabumi ini tercetus berkat program Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) oleh Kodim 0607/Kota Sukabumi dan Pemerintah Kota Sukabumi.
“Saya mengucapkan selamat dan mengapresiasi atas hadirnya Kampung Wisata Amarayah di Kota Sukabumi. Ini kabar yang sangat baik tentunya dari sektor pariwisata Kota Sukabumi yang saya yakini dapat berdampak positif terhadap pembangunan di Kota Sukabumi,” kata Heri Gunawan , Selasa (5/11/2019).

Kampung Wisata Amarayah yang digagas oleh ormas pemuda Karang Taruna Amarayah ini nantinya akan memperkenalkan potensi wisata yang ada di Kampung Amarayah, khususnya hasil pertanian dan atraksi sosial masyarakatnya.
Heri Gunawan yang merupakan legislator Senayan asal Sukabumi sangat concern terhadap sektor perekonomian, sehingga pihaknya akan mendukung hal ini. Sebab nantinya Kampung Wisata Amarayah juga akan menerapkan konsep kampung-preneur yang mendorong kewirausahaan petani serta milenial lokal.
“Jelas, ini harus didukung oleh semua pihak. Kami pun demikian. Sukabumi itu terkenal sebagai salah satu daerah destinasi wisata terbaik di Jawa Barat sehingga sangat diperlukan banyaknya spot wisata. Salah satunya Kampung Wisata Amarayah,”