Berjuang Bersama Gerindra dan Prabowo Subianto

Mengamalkan TRIDHARMA Kader Partai Gerindra : Berasal Dari Rakyat, Berjuang Untuk Rakyat, Berkorban Untuk Rakyat.

Heri Gunawan Seminar Nasional

Tantangan dan Peluang Bisnis bagi Generasi Milenial.

Jalan Santai

JHeri Gunawan Apresiasi Peluncuran Program Pemuda Pelopor Desa di Sukabumi

Kunjungan Ketua Umum GERINDRA

Prabowo Subianto Melakukan Kunjungan ke Sukabumi

Bantuan Hand Traktor

Heri Gunawan Memfasilitasi Bantuan 30 Unit Traktor Untuk Gapoktan di Kabupaten Sukabumi Pada Tahun 2015

Kunjungan Kerja BKSAP DPR RI Ke Australia

Heri Gunawan Sebagai Anggota BKSAP DPR RI saat berkunjung dan berdialog dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Australia

Tampilkan postingan dengan label Aspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aspirasi. Tampilkan semua postingan

Enam Wakil Rakyat Sukabumi di Senayan Periode 2019-2024, Cek Figur dan Dukungannya!

Info heri Gunawan : Hari ini 575 anggota DPR RI periode 2019-2024 resmi dilantik di Gedung DPR RI MPR RI Senayan Jakarta, bertepatan dengan hari Kesaktian Pancasilan, Selasa 1 Oktober 2019. Dari jumlah tersebut enam diantaranya adalah wakil rakyat Sukabumi baik kota maupun kabupaten dari daerah pemilihan Jawa Barat IV.
Keenam figur yang dilantik menjadi anggota DPR RI berbekal suara Sukabumi adalah Heri Gunawan (Partai Gerindra), Desy Ratnasari (PAN), Slamet (PKS), Dewi Asmara (Partai Golkar), M Muraz (Partai Demokrat) dan Ribka Ciptaning (PDIP). Mereka jadi pengumpul suara terbanyak dan ditetapkan Komisi Pemilihan Umum sebagai caleg terpilih untuk menduduki kursi wakil rakyat di Senayan lima tahun mendatang.
Data KPUmencatat ada 94 caleg yang bertarung menuju senayan pada pemilu 2019 silam, dari Jabar IV (Kota dan Kabupaten Sukabumi. Partai Gerindra mendominasi dengan perolehan 305.446 suara (21,03 persen), meraih satu kursi untuk DPR RI.
Heri Gunawan sebagai caleg Partai Gerindra dengan suara terbanyak, yakni 113.464 suara, kembali menjabat anggota DPR RI untuk kedua kalinya. Pria kelahiran Sukabumi 11 April 1969 yang akrab disapa Hergun ini adalah putra dari tokoh pengusaha perhotelan sekaligus pertanian di Sukabumi.
Raihan suara terbanyak kedua diperoleh Partai Keadilan Suara (PKS), 220.175 suara (15,16 persen), dan kembali mengantarkan drh. Slamet untuk duduk di kursi wakil rakyat di Senayan dengan perolehan dukungan terbanyak 50.488. suara.
Slamet adalah pengusaha peternakan unggas sekaligus politikus tulen, pernah menjabat Ketua DPD PKS Kabupaten Sukabumi. Ia naik ke DPR RI periode 2014 – 2019 menggantikan Yudi Widiana yang terjerat kasus korupsi.
Selanjutnya ada Partai Golkar yang meraih dukungan terbanyak ke tiga, dengan 182.647 suara (12,57 persen). Raihan ini kembali mengantarkan politisi senior Partai Golkar Dewi Asmara untuk menjabat sebagai anggota DPR RI keempat kalinya.
Perempuan kelahiran Jakarta, 29 Juni 1961 ini menjadi anggota DPR sejak tahun 2004, dan diperiode berikutnta ia mewakili Sukabumi hingga masa jabatan saat ini 2019-2024.
Kemudian di urutan ke empat, ada Partai Amanat Nasional (PAN) yang mendapat 176.487 suara (12,15 persen) dari Kota dan Kabupaten Sukabumi. Artis cantik kelahiran Sukabumi, Desy Ratnasari kembali menjadi anggota DPR RI untuk lima tahun mendatang dengan perolehan suara terbanyak di PAN yaitu 86.440.
Satu nama petahana lain yang masih bertahan adalah Ribka Tjiptaning Proletariyati dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Pada pemilu 2019 PDIP berhasil meraup dukungan 128.837 (8,87 persen) suara.
Perempuan kelahiran Solo 1 Juli 1959 ini kembali membuktikan diri melenggang ke senayan untuk ketiga kalinya. Pada periode 2019-2014, Ribka yang cukup dikenal karena sikapnya pada PKI (Partai Komunis Indonesia), berhasil meraup banyak dukungan dari warga Kota dan Kabupaten Sukabumi dengan 42.125 suara.
Kursi terakhir untuk DPR RI periode 2019-2024 dari dapil Jabar IV Sukabumi kota dan kabupaten diraih Partai Demokrat, yang sempat kehilangan kursi pada pemilu 2014. Partai Demokrat memperoleh 111.445 (7,67 persen) suara dan mengantarkan mantan Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz sebagai anggota DPR RI untuk lima tahun mendatang.
Pria kelahiran Sukabumi 6 Mei 1956 ini adalah birokrat tulen, sebelum terjun kedua politik pada Pilkada Kota Sukabumi 2013 silam. Ia adalah ASN karier dengan top jabatan dilingkup birokrat sebagai Sekretaris Daerah Kota Sukabumi selama kurang lebih delapan tahun. M Muraz mengantongi dukungan terbanyak di partainya dengan 42.125 suara.

LANGGANAN BANJIR, RAI TURUN TANGAN


CIKOLE – Memasuki musim kemarau, Rumah Aspirasi dan Insiparsi Heri Gunawan ( HG ) turun tangan untuk melakukan normaliasasi aliran sungai yang berada di Jalan Arif Rahman Hakim, tepatnya depan kantor Dinas Perhubungan Kota Sukabumi. Soalnya keberadaan aliran sungai ini jika memasuki musim hujan menjadi langganan banjir. “Ya, sebagai bentuk kepedulian, kami bersama rekan-rekan membersihkan aliran sungai ini, karena terjadi pendangkalan. Setiap hujan pasti saja disini banjir bahkan sampai masuk ke kantor Dishub,” ujar Pengurus RAI HG, Yoyok Hendarayana, kemarin (27/8).
Ia mengaku, ada puluhan orang yang dikerahkan oleh RAI HG untuk mengangkut sampah dan tanah atau batu yang berada disepanjang aliran sungai ini. Terlihat terjadinya pendangkalan, ini yang mengakibatkan banjir. “Apalagi aliran sungai ini muaranya ke sungai besar, sehingga hujan lebat air sangat memadati aliran sungai ini. Ya mudah-mudahan ini bisa meminimalisir,” akunya.
Yoyok pun menyayangkan tidak adanya kepedulian dari pihak Pemerintah Kota Sukabumi dalam mengatasi banjir langganan di wilayah ini. Padahal ini berada di depan Kantor Dishub Kota Sukabumi yang notabenya menjadi tanggung jawab mereka. ” Kita sudah menyuarakan ke Pemkot tapi tak kunjung diperbaiki. Makanya kita inisiatif sendiri,” tandasnya.
Dirinya berharap Pemerintah Kota Sukabumi bisa peka dalam mengatasi permasalahan -permasalahan di Kota Sukabumi seperti halnya kejadian langganan banjir ini. Apalagi semestinya di musim kemarau ini bisa dimanfaatkan pemerintah untuk membenahi fasilitas publik. ” Ini kepentingannya untuk masyarakat, kita sebagai warga yang baik ikut berpartisipasi menjaga kenyamanan masyarakat,” jelasnya.
Kedepannya, Pemerintah bisa memperbaiki aliran sungai di Jalan Arif Rahman Hakim ini. Kalaupun memang terbentur dengan anggaran tapi setidaknya ini menjadi skala prioritas. ” Ya kami ingin ini skala prioritas, apalagi ini daerah pusat kota,” pungkasnya

Heri Gunawan Bicara Blak-blakan Tentang Kinerjanya ke Warga Sukabumi



SUKABUMI, – Anggota DPR RI Komisi XI Heri Gunawan menyampaikan laporan kinerja kepada masyarakat Sukabumi yang merupakan dapilnya, dapil jabar IV. Menurut dia, kampanye politik para calon legislator merupakan hal yang terpenting dalam menentukan masa depan daerah dan bangsa.

Kenyataannya, lanjut pria yang akrab disapa HG itu, sebagian besar rakyat tidak lagi memandang penting kampanye bahkan pemilu itu sendiri karena dianggap tidak lebih dari sekedar rutinitas lima tahunan belaka yang belum pasti akan memberikan dampak langsung terhadap perbaikan kehidupan mereka.

“Terjadinya penurunan secara beruntun partisipasi masyarakat dalam setiap gelaran pemilu di era Reformasi merupakan bukti konkretnya. Bahkan, dalam konteks pilkada, di beberapa daerah jumlah suara golput justru lebih besar daripada suara kemenangan pasangan calon,” kata Heri Gunawan kepada Radarsukabumi.com, Senin (19/8/2019).

Menurut politisi partai Gerindra itu, alasan mendasar yang melatarbelakangi munculnya kekecewaan masyarakat tersebut akibat janji pemilu yang tak kunjung pernah menjadi kenyataan. Rakyat mulai sadar dan merasa hanya dibutuhkan suaranya saat pemilu, selanjutnya diabaikan ketika kekuasaan telah tercapai.

“Janji kampanye para kontestan pemilu seolah-olah hanya menjadi pemanis bibir semata untuk mengelabui rakyat agar tertarik memilih dirinya padahal dari semula janji tersebut (mungkin) telah direncanakan untuk tidak dipenuhi. Maka tidak heran bila sebagian besar rakyat menganggap janji politik sangat identik dengan kebohongan. Pemilu di mata rakyat tidak lebih dari sekadar sebuah ajang tempat orang memberikan janji-janji untuk diingkari,” ujarnya.

Akibatnya, jelas HG, demokrasi perwakilan di Indonesia khususnya di Sukabumi saat ini mengalami masalah disconnected electoral yaitu adanya keterputusan relasi antara wakil dengan yang diwakili. “Sehingga seringkali tindakan yang dilakukan oleh para wakil tidak linier dengan apa yang menjadi aspirasi dan keinginan dari orang-orang yang diwakili,” paparnya.

HG pun menjelaskan bahwa penyebab munculnya persoalan tersebut disebabkan antara lain ditopang oleh semakin berkembangnya sikap rasional para pemilih terutama ‘rasional secara materi’. Implikasinya pemilih pragmatis menjadi lebih meluas sehingga perilaku pemilih cenderung mengarah pada munculnya “transaksi material” yang bercorak jangka pendek dan sesaat, bukan pada “transaksi kebijakan” antara para wakil dengan terwakil.

“Setidaknya ada dua arti penting janji politik. Pertama,mencerminkan visi dan misi seorang calon politisi yang akan memberikan arah dan panduan yang jelas bagi dirinya dalam mencapai sasaran yang hendak diraih bila kelak diberi amanah menduduki jabatan publik,” bebernya.
Kedua, lanjut HG, janji politik adalah dasar bagi pertanggungjawaban pelaksanaan kekuasaan yang demokratis. Tanpa janji, seorang calon pemimpin akan sangat sulit untuk dinilai berhasil tidaknya atas kepemimpinannya kelak.

HG mengatakan, pemilu sebagai kontrak sosial tentulah menjamin hak dan kewajiban pemilih di satu pihak dan hak serta kewajiban para pemimpin di pihak lainnya. Hak pemilih ialah berdaulat menentukan pilihan yang dioperasikan melalui kebebasan menentukan pilihannya atau tidak memilih siapa pun dan merahasiakannya.

Imbangan terhadap hak itu adalah kewajiban, kata dia lagi, berupa menjatuhkan pilihan kepada calon yang tepat secara benar berdasar pertimbangan bahwa hasilnya akan mendatangkan faedah bagi diri, golongan, masyarakat dan negara. Sebaliknya, para kandidat dalam pemilu berhak mendapatkan suara pemilih sebanyak mungkin, sebagai syarat untuk memperoleh posisi kekuasaan yang diingini dan diincarnya.

“Dengan demikian, secara moral, janji adalah sesuatu yang seharusnya secara sungguh-sungguh dipegang untuk kemudian direalisasikan menjadi kenyataan,” sebutnya. Maka, ungkap HG, janji kampanye akan benar-benar menjadi rujukan utama bagi rakyat dalam menentukan pilihannya dalam pemilu dalam rangka menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Hanya dengan cara demikian, pemilu di Indonesia tidak hanya akan menghasilkan demokrasi prosedural tetapi juga demokrasi substantif.

“Di tangan wakil rakyatlah aspirasi rakyat diperjuangkan. Untuk itu saya berpesan kepada rekan-rekan kader Partai Gerindra yang telah dilantik dan ataupun yang terpilih sebagai wakil rakyat untuk menjalankan amanat dengan penuh kesungguhan sesuai dengan apa yang pernah dijanjikan pada masa kampanye.Jangan pernah bermain-main dengan amanat rakyat. Kita berasal dari rakyat, tetap setia berjuang bersama rakyat, untuk Sukabumi Lebih Baik, Adil Makmur Sejahtera,” pungkasnya.

(izo/rs)
sumber: https://radarsukabumi.com

Ribuan Petani Sumringah Terima Bantuan Traktor

SUKABUMI (Pos Kota) – Ribuan anggota yang tergabung di berbagai gabungan kelompok tani (gapoktan) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat sumringah. 
Kebahagian mereka setelah menerima puluhan hand tractor (traktor tangan) dari Kementerian Pertanian hasil usulan Rumah Aspirasi dan Inspirasi Heri Gunawan (RAI HG) yang wadah Anggota DPR RI dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Pada Senin (24/8) bertempat di RAI HG di Jalan Arief Rahman Hakim, Kota Sukabumi, ada 12 gapoktan yang menerima langsung traktor tersebut. Penyerahan traktor roda dua tersebut langsung dilakukan Koordinator RAI HG, Maman Suparman beserta sejumlah anggota dewan.
Sebelumnya, delapan bantuan hand traktor yang berasal dari Kementerian Pertanian, diserahkan langsung pada acara Tanam Perdana oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian di Desa Mekarsari, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi,
“Kami sangat bersyukur telah menerima bantuan traktor ini. Sehingga dengan bantuan traktor ini dalam membajak sawah bisa lebih efesien waktu dan biaya. Bantuan ini sangat berterima kasih kepada Pak Heri yang sudah mengupayakan bantuan ini,” aku Ketua Kelompok Sempur Kecamatan Nyalindung, Eji Ramdhani, 51, kepada Pos Kota.
Selama ini, kata Eji, untuk membajak sawah menggunakan manual tenaga kerbau. Selain lambat, memakai tenaga hewan tersebut mahal dan cukup terbatas. Sehari sewa satu pasang kerbau, dirinya harus merogoh kocek Rp125 ribu.
“Nanti dengan adanya traktor ini dengan jumlah pengurus mencapai seratus orangan pemakaiannya akan digilir,” terangnya.
Koordinator RAI HG, Maman Suparman menyebutkan total bantuan hand traktor ini totalnya sebanyak 30 unit. Kata Maman, para gapoktan penerima bantuan hand tractor ini merupakan hasil seleksi dan usulan RAI HG yang diperjuangkan HG sebagai wakil rakyat yang berasal dari Dapil Jabar VI yang melingkupi Kota/Kabupaten Sukabumi.
“Yang sudah didistribusikan sudah ada 20 unit. Tinggal sepuluh unit lg masih proses verifikasi. Nantinya akan kembali diserahkan. Setelah didistribusikan kami juga akan melakukan monitoring ke lapangan untuk mengawasi pendistribusian hanf tractor ini,” ungkap Maman.
(sule/sir)

Tiga Puluh Gapoktan Kab Sukabumi Dapat Bantuan Traktor

Sukabumi (SKU Aspirasi Rakyat) — Kementrian Pertanian menyalurkan bantuan 12 unit traktor tangan kepada 12 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kabupaten Sukabumi, Senin (24/8).

Bantuan diserahkan di Rumah Aspirasi dan Inspirasi Heri Gunawan (RAI HG) di Jalan Arif Rahman Hakim Kota Sukabumi, oleh coordinator RAI HG, Maman Suparman.
Menurut Maman, bantuan traktor tersebut, hasil dari usulan anggota DPR RI dari Partai Gerindra Dapil Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi, Heri Gunawan.
Menerima bantuan traktor dari Kementan, Ketua Kelompok Sempur, Kecamatan Nyalindung, Eji Ramdhani (51), mengaku gembira lantaran dengan adanya bantuan traktor, biaya dan waktu membajak sawah bisa llebih efesien.
“ Selama ini, untuk membajak sawah menggunakan manual tenaga kerbau. Selain lambat, juga mahal lantaran cukup terbatas. Terimakasih pak Heri yang telah mengupayakan bantuan ini,” ujar Eji sembari tertawa sumringah.
Sementara Maman, menambahkan, jumlah traktor, bantuan dari Kementan itu ada 30 unit. dan delapan unit telah diserahkan, beberapa waktu lalu, oleh Kepala staf Angkatan Darat dan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian pada acara tanam perdana di Desa Mekarsari, Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi.
“Yang sudah didistribusikan sudah ada 20 unit tinggal sepuluh unit llagi masih dalam proses verifikasi kami juga akan langsubg me monitor kelapangan ,” ujar Maman. (isep)

Usulan Anggota DPR, Sukabumi Terima 30 Unit Traktor

SUKABUMI (Pos Kota) – Sebanyak 30 unit hand tractor (traktor tangan) hasil usulan dan penjaringan Rumah Aspirasi dan Inspirasi (RAI) Heri Gunawan, sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra akan disebar ke-30 kelompok tani/gapoktan yang tersebar di Kabupaten Sukabumi.


Rinciannya, 20 unit hand tractor berasal dari Kementerian Pertanian dan 10 unit hand traktor dari Direktorat Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian dalam rangka menopang program ketahanan pangan.

Bantuan hand traktor yang berasal dari Kementerian Pertanian, delapan di antaranya diserahkan langsung pada acara Tanam Perdana oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian di Desa Mekarsari, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, dengan melibatkan tim dari Rumah Aspirasi & Inspirasi Heri Gunawan, Rabu (19/8).

Kedelapan penerima hand tractor itu yakni Gapoktan Laksana di Desa Citepus, Kecamatan Pelabuhan Ratu; Rimba Raya Desa Bantaragung Kecamatan Jampangtengah; Mitra Tani di Desa Bojongsari Kecamatan Jampangkulon; Rukun Warga di Desa Cimahpar Kecamatan Kalibunder. Empat unit traktor tangan lainnya diterima masing-masing oleh Gapoktan Tani Barokah dan Sabilulungan di Kecamatan Ciracap, dua lagi yakni di Kecamatan Ciemas oleh Gapoktan Babakan Tani dan Sejahtera. Sisa dari Kementan yakni 12 unit traktor sudah siap dibagikan. Dalam waktu dekat akan segera menyusul dan langsung diserahkan ke kelompok tani penerima.

“Semua traktor yang akan dibagikan jumlahnya 30 unit. 20 unit dari Kementan sudah siap dibagikan. Sementara 10 unit masih dalam tahap verifikasi dari Kementrian Perindustrian. Setelah selesai nantinya akan segera dialokasikan dan diserahkan kepada kelompok tani di Sukabumi,” ujarnya.

Heri yang kini menjabat Wakil Ketua Komisi VI DPR mengharapkan, hand tractor roda dua tersebut dapat bermanfaat dan diterima langsung oleh kelompok tani/gapoktan bersangkutan. Dengan adanya bantuan ini, Heri berharap produktivitas pertanian dapat meningkat. Menurutnya, dengan penggunaan mesin traktor biaya garap lahan pertanian diharapkan akan lebih efisien dan cepat.

“Bantuan traktor ini jangan sampai dijual-belikan oleh para kelompok tani. Traktor ini diharapkan dapat membantu para petani dalam mengolah lahan yang lebih murah dan cepat sehingga akan menopang perekonomian petani itu sendiri,” terang Heri yang berangkat di Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar IV yang melingkupi Kota/Kabupaten Sukabumi ini.

Ditegaskan Heri, alokasi puluhan unit hand traktor ini sudah disampaikan ke Pemkab Sukabumi melalui Dinas Pertanian. Selanjutnya terkait teknis pendistribusi dan pengawasan akan melibatkan tim dari Rumah Aspirasi & Inspirasi Heri Gunawan.

“Saya berharap, bantuan ini tepat sasaran dan tepat guna. Selanjutnya, sinergitas yang baik antara saya sebagai wakil rakyat dari Kota dan Kabupaten Sukabumi dengan pemda tetap terjaga sehingga program pemerintah yang pro rakyat dapat dirasakan langsung masyarakat. Ini semua untuk Sukabumi yang lebih baik,” tandasnya.

Foto Dokumentasi Kegiatan






Heri Gunawan Bagikan Santunan Bagi Anak Yatim Piatu


Bertempat di Rumah Aspirasi & Inspirasi, Heri Gunawan melaksanakan kegiatan Buka Puasa Bersama dan Pemberian Santunan Bagi Anak Yatim Piatu pada Sabtu, 11 Juli 2015.

Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian yang dilaksanakan oleh Rumah Aspirasi & Inspirasi Heri Gunawan dalam mengisi bulan Ramadhan 1436 H yang berkah.

Kegiatan ini juga merupakan salah satu rangkaian kegiatan selam bulan Ramadhan 1436 H/2015 M. Adapun kegiatan lainnya adalah Pembagian Tajil Gratis, Pembagian Bingkisan Sembako dan Alat Sholat kepada relawan, pengurus PAC dan Ranting Partai Gerindra Kota & Kabupaten Sukabumi dan Silaturahmi bersama para bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi menjelang Pilkada serentak 2015 mendatang.










Heri Gunawan Perjuangkan 74 Program untuk Dapilnya

Jakarta (dpr.go.id) - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Heri Gunawan mengaku sudah menyiapkan 74 program yang dijaring dari aspirasi konstituennya di daerah pemilihan Jawa Barat IV. Baginya apabila anggaran UP2DP (Usulan Program Pembangunan Daerah Pimilihan) disetujui maka program ini akan melengkapi pembangunan yang dirancang pemerintah melalui Musrenbang ( Musyawaran Perencanaan Pembangunan).

"Jadi program yang ada di UP2DP adalah program aspirasi rakyat yang tidak pernah terakomodir melalui proses Musrenbang. Apabila disetujui anggota dewan tidak akan memegang dananya karena pelaksana tetap saja eksekutif dari presiden sampai kepala daerah berbentuk Dana Alokasi Khusus (DAK)," katanya kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (29/6/15).

Ia menyebut aspirasi ini telah disampaikan konstituen dalam sejumlah kunjungan yang dilakukannya pada masa reses. Program itu antara lain perbaikan saluran irigasi di Desa Bojongtipar, Jampang Tengah, usulan Kelompok Tani di Bojonggipar yang selama ini masih mengandalkan hujan untuk pengairan.

Program lainnya lanjut politisi Fraksi Partai Gerindra ini merevitalisasi jalan di Desa Cibadak yang sering dikeluhkan masyarakat karena masih dalam keadaan dusak. Selanjutnya bantuan peralatan tangkap untuk nelayan di Desa Pangumbahan yang bertujuan untuk meningkatkan volume tangkap.

Pada bagian lain ia menekankan progam UP2DP adalah hak usulan anggota DPR yang diatur secara rinci dalam UU MD3, Tata Tertib DPR serta sesuai dengan UU no. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Baginya apabila program ini ditolak, pemerintah menurutnya harus menjamin proses Musrenbang bisa berjalan efektif. Kenyataannya sejauh ini kegiatan tersebut sering gagal menjaring aspirasi masyarakat. (spy/iky) Foto: Jaka Nugraha/parle/od

Daftar Usulan Program Pembangunan Dapil Kota Dan Kabupaten Sukabumi Tahun 2015


Berikut ini daftar Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DP) yang diajukan oleh Heri Gunawan, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra dari aspirasi yang disampaikan masyarakat Dapil Jabar IV Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Usulan program ini disampaikan pada Masa Persidangan DPR Tahun 2015 untuk pelaksanaan pada Anggaran Pembangunan Tahun 2016.

Catatan : Anggota DPR RI tidak memegang dana untuk pelaksanaan program ini, tapi dilaksanakan oleh pihak eksekutif. 

* Silahkan klik data untuk ditampilkan dalam ukuran lebih besar










Kesesuaian Visi Misi HG Dengan Program UP2DP

Heri Gunawan, anak petani menginginkan perubahan, berharap menjadi pejuang politik bukan sebatas politikus.

VISI - Heri Gunawan
Berusaha berpartisipasi demi terwujudnya DPR RI sebagai lembaga perwakilan yang kredibel dalam mengemban tanggungjawab yang mampu menciptakan kesejahteraan rakyat, keadilan sosial, dan tatanan politik negara yang melandaskan diri pada nilai-nilai nasionalisme dan religiusitas dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

MISI - Heri Gunawan
  1. Mewujudkan penyelenggaraan fungsi legislasi yang efisien dan efektif
  2. Mewujudkan penyelenggaraan fungsi penganggaran negara yang akuntabel dan transparan
  3. Mewujudkan kelembagaan DPR RI yang kuat, aspiratif, responsif dan akomodatif
  4. Mewujudkan penyelenggaraan fungsi pengawasan yang transparan dan efektif guna mempertahankan dan mewujudkan cita-cita negara Proklamasi 17 Agustus 1945 di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia;


MISI operasional, yaitu berusaha dengan sungguh-sungguh untuk : 
  1. Belajar dari rakyat, Berjuang untuk rakyat, Berkorban demi rakyat
  2. Memperjuangkan terwujudnya visi, misi dan tujuan Partai GERINDRA
  3. Menunaikan tugas pokok yang menjadi kewajiban setiap pengurus, kader, dan anggota Partai GERINDRA


Secara individu mempunyai kewajiban, diantaranya : 
  1. Memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada pemilih dan daerah pemilihan, dengan membangun Rumah Aspirasi dan Inspirasi sebagai jalinan komunikasi yang berkelanjutan
  2. Menyerap, menghimpun, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat,
  3. Memperhatikan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat,
  4. Mendahulukan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan,
  5. Mentaati kode etik dan Peraturan Tata Tertib DPR, dan
  6. Menjaga etika dan norma dalam hubungan kerja dengan lembaga yang terkait.


Itu visi misi yang disampaikan HG pada saat pileg 2014 lalu, terkait dengan adanya Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DP), tentunya usulan ini bak gayung bersambut.

Menilik latar belakang UP2DP, antara lain : 
Pertama, sumpah jabatan Anggota DPR RI yang berbunyi "...bahwa saya akan memperjuangkan aspirasi rakyat yang saya wakili untuk mewujudkan tujuan nasional demi kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia". Artinya, setiap Anggota DPR RI memiliki kewajiban memperjuangkan aspirasi rakyat dari daerah pemilihannya. Sehingga kewajiban dan hak memperjuangkan haruslah linear.

Kedua, konstitusi mengamanahkan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia memiliki 3 (tiga) fungsi pokok, yaitu fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan. Dalam menjalankan ketiga fungsi tersebut, anggota DPR berkewajiban untuk menyerap dan menghimpun aspirasi konstituen melalui kunjungan kerja secara berkala, menampung dan menindaklanjuti aspirasi dan pengaduan masyarakat serta memberikan pertanggungjawaban secara moral dan politis kepada rakyat, khususnya konstituen di daerah pemilihannya.

Ketiga, Pasal 80 ayat ( j ) Undang-Undang NO. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No.42 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang  No.17 Tahun 2014 dan Pasal 195 Peraturan DPR No.1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib sebagaimana diubah dengan Peraturan DPR No.3 Tahun 2015 tentang Perubahan Peraturan DPR RI No.1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib mempertegas kembali hak mengusulkan dan memperjuangkan Program Pembangunan Daerah Pemilihan.

Keempat, Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan berasal dari inisiatif sendiri, pemerintah daerah, atau aspirasi masyarakat di daerah pemilihan dari daerah pemilihannya sendiri dan diintegrasikan ke dalam Program Pembangunan Nasional dalam APBN.

Kelima, Program Pembangunan Nasional didefinisikan sebagai suatu perencanaan yang disusun melalui sistem perencanaan nasional yang berisikan berbagai upaya yang akan dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan bernegara.

Keenam, keberadaan Program Pembangunan Daerah Pemilihan ini akan menjadi salah satu instrument bagi pemerintah dalam mengurangi kesenjangan antar daerah.

Tentunya aspirasi atau inspirasi Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan harus memenuhi kriteria, diantaranya :
  1. Berupa pembangunan, rehabilitasi,dan/atau perbaikan sarana dan prasarana;
  2. Berbentuk kegiatan fisik
  3. Hasil dari pelaksanaan Program berkaitan dengan pelayanan masyarakat; dan
  4. Penganggaran melalui dana alokasi khusus program pembangunan daerah pemilihan.


Penerima manfaat Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan harus jelas dan transparan, ditujukan kepada :
1. Kelompok masyarakat
2. Desa;
3. Lembaga pendidikan;
4. Lembaga adat;
5. Lembaga sosial: dan/atau
6. Pemerintah daerah kabupaten/kota

Sementara lingkup Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan dapat berupa, antara lain :
  1. Penyediaan air bersih;
  2. Implementasi hasil riset dan teknologi terapan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat;
  3. Pembangunan/perbaikan/peningkatan sanitasi, termasuk mandi, cuci kakus/jamban, sampah/limbah rumah tangga;
  4. Pembangunan/perbaikan/peningkatantempat ibadah serta sarana dan praserana keagamaan;
  5. Pembangunan/perbaikan kantor desa/kelurahan;
  6. Pembangunan/perbaikan/peningkatan sarana olahraga;
  7. Pembangunan/perbaikan/peningkatan perpustakaan/taman bacaan umum;
  8. Pembangunan/perbaikan/peningkatan panti-panti sosial;
  9. Pengadaan benih dan bibit;
  10. Penyediaan sarana internet;
  11. Penyediaan penerangan jalanan umum;
  12. Pembangunan/perbaikan/peningkatanjalan/jembatan desa;
  13. Pembangunan/rehabilitasi irigasi tersier;
  14. Pembangunan/rehabilitasi makam;
  15. Pembangunan/perbaikan/peningkatan/pengembangan sarana dan prasaranapertanian/perikanan;
  16. Pembangunan/perbaikan/peningkatan/pengadaan puskesmas , pondok bersalin desa dan ambulan;
  17. Pembangunan/perbaikan/peningkatanruang kelas serta sarana dan praserana pendidikan; dan/atau;
  18. Pembanguan fisik lainnya.


Perihal ini tidak berlebihan, mengingat tidak semua pembangunan, penyediaan maupun sarana dapat tertampung dan atau dialokasikan dalam musrenbang yg diadakan pada daerah pemilihan untuk diajukan dalam APBD ataupun APBN.

Dengan adanya UP2DP diharapkan terjadinya keselarasan antara perencanaan pembangunan nasional dengan perencanaan pembangunan daerah karena adanya keterwakilan usulan program pembangunan daerah pemilihan ke dalam perencanaan pembangunan nasional.

Rumah Aspirasi & Inspirasi "HERI GUNAWAN" Latih 30 Wirausaha

Sukabumi (radarsukabumi.com) - Sebanyak 30 wirausaha pemula (WP) yang ada di Kota Sukabumi mengikuti pelatihan pembuatan bisnis plan yang diadakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM yang bekerja sama dengan Rumah Aspirasi dan Inspirasi Heri Gunawan (Hergun) serta komunitas Tangan Di Atas. Kegiatan yang diadakan di aula Gedung Rumah Aspirasi dan Inspirasi Hergun dalam bentuk pelatihan pembuatan rencana bisnis dan bantuan modal nantinya.

Koordinator Rumah Aspirasi dan Inspirasi Hergun, Maman Suparman, mengatakan, kegiatan ini sengaja dilakukan Rumah Aspirasi dan Inspirasi Hergun tujuannya tak lain untuk membantu para wirausaha pemula agar bisa berkembang dan tumbuh menjadi pengusaha yang hebat.

"Di sini kami gandeng komunitas Tangan Di Atas untuk merekrut calon peserta pelatihan para wirausaha dan penyediaan tempat pelatihan, jelas Maman kepada Radar Sukabumi, kemarin (16/6).

Setelah melakukan pelatihan, lanjut Maman menjelaskan mereka (para wirausaha, red) akan diberikan permodalan yang langsung diberikan oleh Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia (RI). "Kami akan berikan modal kepada mereka yang sudah diberikan pelatihan sekarang, jelasnya.

Sementara itu, Haeriah Rachman salah satu perwakilan dari panitia kegiatan mengatakan, pemberian modal yang akan diberikan nanti didasarkan pada kriteria wirausaha yang ditetapkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM. "Seluruh biaya selama proses pelatihan 100 persen dari Kementerian Koperasi dan UKM RI," tukasnya.

Rangkaian Kegiatan Reses III DPR RI Heri Gunawan di Sukabumi


Dalam rangka Reses Masa Persidangan III Tahun 2014-2015, Heri Gunawan melaksanakan rangkaian kegiatan untuk menghimpun aspirasi dari Daerah Pemilihan Jabar IV Kota dan Kabupaten Sukabumi. Pada masa reses kali ini kegiatan banyak difokuskan di wilayah Pajampangan Sukabumi Selatan. 

Berikut ini rangkaian kegiatan reses penyerapan aspirasi yang dilaksanakan Heri Gunawan tersebut :

A. Kunjungan Kerja kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten Sukabumi untuk menyerap aspirasi/pengajuan usulan pembangunan dari unsur pemerintah kota/kabupaten. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Pendopo Kabupaten Sukabumi pada hari selasa tanggal 12 Mei 2015.

Pada kesempatan ini, Heri Gunawan juga mengajak anggota DPR RI yang terpilih dari Dapil Jabar IV dari Fraksi Partai Golkar, Dewi Asmara SH. Hal ini merupakan tindaklanjut dari keinginan Heri Gunawan yang disampaikan kepada Bupati dan Walikota Sukabumi pada masa reses II yang lalu, dimana para anggota DPR RI yang mewakili Kota & Kabupaten Sukabumi melakukan kegiatan Kunjungan Kerja secara bersama-sama kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Hadir dalam kesempatan kunjungan kerja ini Sekda Kabupaten Sukabumi, Sekda Kota Sukabumi, Kepala Bappeda Kabupaten Sukabumi, Kepala Diskoperindag Kota Sukabumi, Kepala Disosnaker Kota Sukabumi, Kepala Disnaker Kabupaten Sukabumi, Asda II Setda Kabupaten Sukabumi dan perwakilan Dinas lain Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Selain menyampaikan beberapa program pembangunan dari pusat yang bisa diakses oleh pemda, juga kunker Heri Gunawan ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan menjalin komunikasi yang lebih intens antara pemda dengan anggota DPR RI sehingga bisa mensinergiskan rencana dan pelaksanaan program-program pembangunan untuk Sukabumi yang lebih baik di masa yang akan datang.

B. Kegiatan Jaring Aspirasi Masyarakat
Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa lokasi, yaitu :
1. di GOR Surade pada minggu,10 Mei 2015 yang diikuti oleh sekitar 220 Orang undangan dari wilayah Dapil III Kabupaten Sukabumi (Surade, Jampangkulon dan sekitarnya) yang terdiri dari unsur Muspika, Kepala Desa, Ketua BPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Tani dan konstituen Partai Gerindra.












Pada acara jaring aspirasi ini juga dilaksanakan kegiatan Donor Darah yang bekerjasama dengan UDD PMI Kota Sukabumi.








2. di Desa Cidahu Kecamatan Cibitung tepatnya di kediaman Tokoh Tani H. Iwan Ridwan pada tanggal 10 Mei 2015. Kegiatan ini diikuti oleh 92 Orang perwakilan masyarakat. Selain menyerap aspirasi masyarakat, juga sekaligus sebagai kunjungan lapangan ke Desa Cidahu sebagai Sentra Penghasil Bibit Kedelai yang sudah dipercaya kualitasnya. 


3. di Balai Desa Sukamaju Kecamatan Cimanggu.
Kegiatan reses diwilayah ini dilaksanakan untuk menjaring aspirasi masyarakat ditingkat bawah terkait pembangunan di pedesaan. Selain itu juga sekaligus melakukan peninjauan realisasi bantuan pembangunan madrasah yang diberikan oleh Rumah Aspirasi & Inspirasi Heri Gunawan pada masa reses II yang lalu.

Kegiatan jaring aspirasi dan kunjungan lapangan ini dilaksanakan pada 11 Mei 2015 dan diikuti oleh 76 orang peserta dari unsur pemerintahan desa dan perwakilan masyarakat setempat.


4. di Balai Desa Waluran Mandiri Kecamatan Waluran
Kegiatan ini juga bagian dari penjaringan aspirasi masyarakat secara langsung ditingkatan paling bawah terkait pembangunan di wilayah pedesaan. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur muspika, kepala desa se Kecamatan Waluran, Tokoh dan perwakilan masyarakat setempat. Dilaksanakan pada 11 Mei 2015 yang diikuti oleh 114 orang peserta reses.


5. di Desa Pangumbahan Kecamatan Ciracap
Kegiatan dilaksanakan pada 10 Mei 2015 di daerah Cibuaya ini diikuti oleh sekitar 25 Orang. Pada kesempatan ini, Heri Gunawan berdialog dan menjaring aspirasi dari para tokoh nelayan terkait dengan kebijakan pemerintah pusat dan program pembangunan di wilayah pesisir Sukabumi Selatan.

C. Kegiatan Kunjungan Lapangan 
1. Kunjungan Lapangan ke Gudang Mitra Bulog
Kegiatan kunlap ini merupakan tindaklanjut dari kegiatan dengar pendapat pada reses II yang lalu dimana pihak Bulog dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi mengusulkan adanya Gudang Beras di wilayah Kabupaten Sukabumi tepatnya di wilayah Pajampangan.

Pada kesempatan kunlap ini, Heri Gunawan melakukan peninjauan kepada salah satu mitra Bulog yang selama ini bekerjasama dalam pembelian gabah dari petani di wilayah Pajampangan yaitu di penggilingan dan gudang beras H. Suha. Dilanjutkan kunjungan ke gudang tempat penyimpanan beras Bulog yang saat ini masih berstatus guna pakai. 

Hasil dari kunjungan ini akan ditindaklanjuti melalui RDP dengan Kementerian BUMN dan Bulog untuk segera merealisasikan pengadaan gudang Bulog di wilayah Pajampangan. 


2. Kunjungan Lapangan Pembangunan Madrasah di Desa Sukamaju Kecamatan Cimanggu sebagai realisasi pemberian bantuan dana pembangunan yang diserahkan pada kegiatan Reses II yang lalu.